Caterpillar Akan PHK 10 Ribu Karyawan

Jum'at, 25 September 2015 - 14:43 WIB
Caterpillar Akan PHK...
Caterpillar Akan PHK 10 Ribu Karyawan
A A A
CALIFORNIA - Perusahaan alat besar untuk konstruksi dan pertambangan di dunia, Caterpillar mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar 5.000 pada akhir 2016 atau bisa mencapai 10.000 pada 2018.

Seperti dikutip dari CNBC, Jumat (25/9/2015), pengurangan pekerja ini bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk mengurangi biaya operasi sekitar USD1,5 miliar per tahun.

Caterpillar juga menurunkan perkiraan pendapatan tahun ini menjadi sekitar USD48 miliar atau lebih rendah dari target sebelumnya. Bahkan penjualan pada 2016 akan di bawah dari tahun ini.

Saham Caterpillar-yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar USD42 miliar, lebih dari 6% setelah pengumuman kemarin.

"Kami menghadapi konvergensi kondisi pasar yang menantang di daerah inti dan sektor industri di bidang pertambangan dan energi," kata CEO Caterpillar Doug Oberhelman dalam sebuah pernyataan.

"Sementara kami sudah membuat penyesuaian substansial, kondisi pasar ini telah muncul, kita mengambil tindakan lebih tegas sekarang. Kami tidak membuat keputusan ringan, tapi saya yakin langkah-langkah tambahan akan lebih baik pada posisi Caterpillar untuk memberikan hasil yang solid ketika permintaan meningkat," kata dia.

Perusahaan juga mencatat dalam pengumuman restrukturisasi 2015 adalah tahun ketiga berturut-turut turun pendapatan perusahaan menurun. "Ini pertama kalinya dalam sejarah Caterpillar selama 90 tahun bahwa penjualan dan pendapatan menurun empat tahun berturut-turut," tuturnya.

"Beberapa industri yang kami layani termasuk pertambangan, minyak dan gas, konstruksi dan rel memiliki sejarah panjang. Sementara ini bisnis yang tepat untuk jangka panjang, kita harus mengelola yang cukup besar dan kadang-kadang kemerosotan berkepanjangan," jelas Oberhelman.

Produsen peralatan konstruksi dan pertambangan mengatakan bahwa menurunkan karena kondisi bisnis yang lemah dalam tiga segmen terbesarnya, yaitu industri konstruksi, energi dan transportasi, dan industri sumber daya.

Penurunan penjualan dan pendapatan terbesar disumbangkan dari sektor minyak dan gas yang berhubungan dengan bisnis perusahaan.

Pengurangan tenaga kerja yang diumumkan kemarin berikut jumlah pengurangan tenaga kerja perusahaan lebih dari 31.000 sejak pertengahan 2012.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pentingnya Budaya Perusahaan...
Pentingnya Budaya Perusahaan Berkelanjutan di Era Kompetisi Global
Implementasi Pajak Minimum...
Implementasi Pajak Minimum Global di Indonesia: Mekanisme dan Strateginya
10 Perusahaan Tambang...
10 Perusahaan Tambang Raksasa Penggerak Industri Global dengan Pendapatan Rp9.800 Triliun
5 Perusahaan Multinasional...
5 Perusahaan Multinasional Bergengsi Rekomendasi untuk Fresh Graduate
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Pertamina Torehkan Nama...
Pertamina Torehkan Nama di Daftar Fortune Global 500 Tahun 2021
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved