Kembangkan Keuangan Syariah, OJK Sasar NU dan Muhammadiyah

Rabu, 30 September 2015 - 04:23 WIB
Kembangkan Keuangan...
Kembangkan Keuangan Syariah, OJK Sasar NU dan Muhammadiyah
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan sosialisasi berinvestasi aman di Bank Syariah atau Pasar Modal Syariah. Bahkan, mereka telah mengincar dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU)

Deputi Direktur Direktorat Pasar Modal Syariah‎ OJK, Muhammad Touriq mengatakan, Muhammadiyah dan NU memiliki potensi besar dalam perkembangan bank dan pasar modal syariah. Terlebih mereka memiliki badan usaha yang bergerak di sektor ekonomi.

‎"Mereka itukan memiliki potensi besar dari dua sisi lho. Mungkin punya lembaga ekonominya. Bisa saja mereka butuh pendanaan, atau sebaliknya kelebihan liquiditasnya bisa taruh ke pasar modal syariah, mungkin mereka saat ini barukenal bank konvensional," ujarnya di Acara Tolkshow Ngopi Sore Bareng, Selasa (29/9/2015).

Cara yang dipilih adalah dengan memberikan pelatihan 'training for trainer' kepada pengurus Muhammadiyah dan NU. Harapannya, mereka bisa menyebarkan informasi mengenai keuntungan berinvestasi di bank atau pasar modal syariah.

"Kami undang pengurusnya, kemudian kami buat workshop. Kami bikin training for trainer, jadi pengurus kami training jadi agen," terangnya.

Selain itu, kata Touriq, pihaknya juga bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dalam menyosialisasikan keuangan syariah ini, sehingga dapat masuk ke pesantren, kampus dan perusahaan.

Meski pangsa pasar syariah baru sekitar 4,7%, menurut Touriq, sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia, negara-negara timteng dan eropa memandang Indonesia merupakan raksasa yang sedang tidur. Apalagi pemerintah yang baru gencar membangun proyek infrastruktur sifatnya riil, seperti bandara, pelabuhan, dan jalan sangat dinanti investor.

"Kami punya OJK institute. Di sana kami melakukan pelatihan secara gratis untuk menyosialisasikan segala kelebihan industri keuangan syariah," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK: Hampir Seluruh...
OJK: Hampir Seluruh Landasan Hukum Penerbitan dan Transaksi Efek Syariah Tersedia
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
Alhamdulillah, Jelang...
Alhamdulillah, Jelang Puasa Bertambah Lagi Saham Syariah
Astagfirullah, Produk...
Astagfirullah, Produk Pasar Modal Syariah Banyak Dimanfaatkan untuk Berbuat Dosa
Bismillah, OJK Targetkan...
Bismillah, OJK Targetkan Indonesia Punya Bank Digital Khusus Syariah
Kembangkan Industri...
Kembangkan Industri Syariah, BSI Harus Bisa Tarik Dana dari Timteng
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
35 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
47 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved