Astagfirullah, Produk Pasar Modal Syariah Banyak Dimanfaatkan untuk Berbuat Dosa

Senin, 12 April 2021 - 14:24 WIB
loading...
Astagfirullah, Produk...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pasar modal syariah Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir. Namun, masih ada beberapa faktor yang perlu dioptimalkan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, salah satu yang perlu dioptimalkan dalam mengembangkan pasar modal syariah kita adalah pengawasan transaksinya. Sebab, menurut Hoesen, ada produk syariah yang tidak terlepas dari permasalahan hukum. ( Baca juga:OJK: Hampir Seluruh Landasan Hukum Penerbitan dan Transaksi Efek Syariah Tersedia )

"Tidak dipungkiri, dalam perjalanannya ternyata masih banyak pelaku yang memanfaatkan produk pasar modal syariah sebagai vehicle melaksanakan transaksi yang dilarang. Baik dilarang sesuai hukum positif maupun dilarang sesuai hukum syariah," ucapnya, dalam acara Peringatan Satu Dekade Kebangkitan Pasar modal Syariah Indonesia secara virtual, Senin (12/4/2021).

Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah pilihan produk investasi syariah. Saat ini poduk tersebut masih terbatas jika dibandingkan dengan produk konvensional.

"Sampai saat ini, belum terdapat penerbitan produk efek beragun aset syariah dan dana investasi real estate syariah, meskipun sudah terdapat landasan hukum yang memadai," tambah Hoesen. ( Baca juga:Kalau Nadiem Dicopot, PAN Berpeluang Masuk Kabinet Jokowi )

Hoesen melanjutkan, terdapat beberapa pengembangan lainnya terkait literasi dan inklusi masyarakat mengenai produk syariah yang masih perlu ditingkatkan. Meskipun upaya untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi terkait produk syariah sudah banyak dilakukan, Hoesen menilai bahwa pendidikan pasar modal syariah atau sekolah pasar modal Syariah tetap diperlukan.

"Selain itu peran kelembagaan seperti bank syariah dan perusahaan efek sebagai infrastruktur penunjang bagi pasar modal syariah juga perlu lebih diperbanyak," kata dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Edukasi Trader dengan...
Edukasi Trader dengan Strategi 3 EMA: Membaca Arah Tren dan Peluang
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
Rekomendasi
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.22: Momen Romantis Elio yang Berniat Melamar Arumi Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved