Indef: Paket Kebijakan BI Hanya Jangka Pendek

Rabu, 30 September 2015 - 21:14 WIB
Indef: Paket Kebijakan...
Indef: Paket Kebijakan BI Hanya Jangka Pendek
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Institite for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto memandang jika dilihat dari kebijakan-kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang disasar paket September II mengarah pada jangka pendek, terutama pasar keuangan.

"Intinya bagaimana menstabilkan rupiah dalam waktu cepat," ujar Eko saat dihubungi, Rabu (30/9/2015) malam. (Baca: Rupiah Loyo, BI Keluarkan Tiga Paket Kebijakan Lanjutan)

Menurutnya, cukup beragamnya instrumen dengan fokus tujuan menarik valas (valuta asing) akan direspon positif oleh pasar keuangan. Sementara rupiah untuk sementara berpotensi stabil, minimal fluktuasi berkurang

Namun, kata Eko, untuk kembali ke level Rp13.000-an masih sangat susah. "Karena basis dari kebijakan ini sangat berorientasi menahan rupiah dalam jangka pendek," jelasnya.

Paralel dengan kebijakan itu, dibutuhkan pula upaya menggenjot ekspor jika ingin mengembalikan ke level Rp13.000-an.

Terkait ketidakpastian kenaikan Fed Fund Rate, lanjut Eko, hal ini masih menjadi tantangan utama dalam meredam pelemahan rupiah terhadap USD. Namun, berbagai instrumen pada paket ini diperkirakan direspon positif oleh pasar.

"Nah, jika rupiah berhasil sedikit menguat, dan saat yang sama paket jilid 2 dari sisi fiskal bisa cepat implementasi, maka optimisme akan ada dan dunia usaha menyambut," pungkas Eko.

Baca juga:

Paket Kebijakan September II Berlaku Pekan Depan

Ini Isi Paket Kebijakan Ekonomi September II Jokowi

Lima Cara BI Kendalikan Permintaan Valas
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved