Sofyan Bantah Jepang Tinjau Ulang Kerja Sama dengan RI

Selasa, 06 Oktober 2015 - 11:40 WIB
Sofyan Bantah Jepang...
Sofyan Bantah Jepang Tinjau Ulang Kerja Sama dengan RI
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil membantah bahwa Jepang akan meninjau ulang seluruh kerja sama ekonomi dengan Indonesia, sebagai buntut dari penolakan proposal kereta cepat dari Negeri Sakura ‎tersebut.

Dia mengakui pemerintah Jepang kecewa dengan penolakan proposal kereta cepat tersebut. Namun dia meyakini, kerja sama dengan Jepang jauh lebih luas dibanding hanya kereta cepat.

"Siapa bilang (kerja sama ekonomi Indonesia dengan Jepang ditinjau ulang‎)? Enggak lah. Hubungan kita dengan Jepang jauh lebih luas," kata Sofyan di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

‎Menurutnya, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirimnya untuk menemui langsung pemerintah Jepang terkait penolakan tersebut pun menegaskan pada dasarnya hubungan antara Indonesia dan Jepang masih dalam keadaan baik.

Sementara, terkait kereta cepat pemerintah hanya mengubah model pembangunannya dari government to government (G to G) menjadi business to business (B to B).

"Kenapa Presiden mengirim saya ke sana? Ya untuk meyakinkan bahwa kita tidak ada masalah dengan Jepang. Yang ada hanya perubahan model dari G to G menjadi B to B. Karena anggaran pemerintah untuk infrastruktur dasar lainnya," pungkas Sofyan.

Sekadar diketahui, selain kereta cepat, kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam bidang infrastruktur juga dapat dilihat dalam proyek pembangunan mass rapid transit (MRT) yang dikerjasamakan dengan sistem G to G.

Sementara terkait kereta cepat, Indonesia telah memutuskan untuk membangunnya dengan sistem B to B dan tidak dengan anggaran ataupun jaminan dari pemerintah.

Atas dasar itu pemerintah akhirnya menolak proposal Jepang, karena Negeri Matahari Terbit tersebut mempersyaratkan keikutsertaan pemerintah dalam bentuk anggaran yang dikucurkan dari APBN dan jaminan dari pemerintah.

Indonesia kemudian memilih rekanan dari China yang sepakat menggunakan mekanisme B to B dan tanpa syarat keikutsertaan dari pemerintah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbandingan Kereta...
Perbandingan Kereta Cepat Shanghai vs KCJB Indonesia, dari Kecepatan hingga Tarif
Naik Kereta Cepat Whoosh...
Naik Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung hanya Rp50 Ribu, Begini Caranya!
Revolusi Kereta Cepat...
Revolusi Kereta Cepat China: Melaju Secepat Pesawat, Lebih Baik dari Hyperloop Elon Musk
Whoosh, Kereta Cepat...
Whoosh, Kereta Cepat yang Membuat Kunjungan Wisatawan Bertambah
Kereta Hyperloop China...
Kereta Hyperloop China Pecahkan Rekor, Ditarget 2.000 Kpj dan Lebih Cepat dari Pesawat
Intip Spesifikasi Kereta...
Intip Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh, Mampu Melesat 350 Km/jam
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
2 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
2 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
2 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
3 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
3 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved