700 Ribu Pekerja Cairkan JHT, Indikasi PHK Bertambah

Selasa, 06 Oktober 2015 - 16:15 WIB
700 Ribu Pekerja Cairkan...
700 Ribu Pekerja Cairkan JHT, Indikasi PHK Bertambah
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengungkapkan, pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 700 ribu pekerja memberikan indikasi bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin bertambah.

Padahal, lanjut dia, pekan lalu Menteri Perindustrian Saleh Husin menyebutkan bahwa data PHK saat ini belum ada yang konkret karena belum masuk ke data Kementerian Perindustrian.

"Berbagai indikasi sebenarnya bisa kita ambil dari mana saja datanya. Tapi yang paling fair ya dari penarikan JHT. Sekarang ini dari data yang ada 700 ribu yang mencairkan JHT-nya. Berarti kan ada berbagai hal yang terjadi, apakah itu PHK, pensiun dipercepat, resign dan sebagainya. Angka itu sudah signifikan," katanya di Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Angka tersebut nampaknya akan terus bertambah hingga akhir tahun. Karena di awal September 2015, sudah 680 ribu. Dan sampai Oktober ini sudah 700 ribu pencairan JHT.

"Berarti sudah ada yang tidak bekerja. Artinya yang pakai JHT ini apakah berusaha untuk hidup selama mereka belum dapat kerja dengan harapan mereka bisa menyambung hidup, atau yang lainnya. Itu yang sebenarnya terjadi," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kabar Baik! Buruh Lepas...
Kabar Baik! Buruh Lepas dan Karyawan Toko Korban PHK Bakal Terima JKP
Hindari PHK, SiCepat...
Hindari PHK, SiCepat Ekspres Diapresiasi Kementerian Ketenagakerjaan
Jokowi Siapkan Gaji...
Jokowi Siapkan Gaji Korban PHK Tahun Depan, Ini Manfaatnya
Jaminan Sosial Pekerja...
Jaminan Sosial Pekerja Harus Mampu Menjawab Kebutuhan Para Pekerja
Komite III DPD RDP dengan...
Komite III DPD RDP dengan Jasa Raharja Bahas Sistem Jaminan Sosial Nasional
Komunikasi Jaminan Sosial
Komunikasi Jaminan Sosial
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
14 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
29 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved