UOB Fokus Dorong Pertumbuhan Lembaga Keuangan di Asia

Selasa, 13 Oktober 2015 - 23:47 WIB
UOB Fokus Dorong Pertumbuhan...
UOB Fokus Dorong Pertumbuhan Lembaga Keuangan di Asia
A A A
JAKARTA - United Overseas Bank (UOB) memfokuskan perhatiannya mendorong pertumbuhan institusi finansial atau lembaga keuangan yang berekspansi dan berinvestasi di Asia.

Dalam kurun waktu enam bulan pertama 2015, pendapatan unit layanan Financial Institution Group (FIG) UOB tumbuh lebih dari 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepiawaian UOB dalam memenuhi kebutuhan nasabah terkait pendanaan, pembiayaan perdagangan, layanan pengelolaan kas, lindung nilai, pasar modal dan dukungan jaringan yang luas membantu pertumbuhan perbankan.

Nasabah Financial Institution Group terdiri dari bank dan lembaga penyedia layanan keuangan nonbank, seperti asuransi, global funds, sovereign wealth fund, dan lembaga dana pensiun.

Global Head of Financial Institutions Group, UOB, Lim Lay Wah mengatakan, kemitraan yang dijalin bank dengan nasabah-nasabah FIG membantu mereka memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Asia.

“Bertumbuhnya institusi keuangan didorong oleh meningkatnya perdagangan intra-regional, permintaan pembangunan infrastruktur serta kebutuhan manajemen pengelolaan kekayaan di kalangan kelas menengah di kawasan Asia. Nasabah FIG dapat memanfaatkan jaringan terintegrasi UOB serta pemahaman yang mendalam oleh UOB di kawasan Asia untuk menciptakan peluang di kawasan regional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Selasa (13/10/2015).

Salah satu bentuk kolaborasi UOB adalah kerja sama dengan Indonesia Eximbank (IEB), lembaga pembiayaan ekspor-impor pemerintah Indonesia. UOB merupakan salah satu penerima mandat sebagai lead arrangers, underwriters dan bookrunners (MLABs) dalam pinjaman sindikasi senilai USD1 miliar.

Pinjaman ini digunakan oleh IEB dalam menyediakan jasa pembiyaan perdagangan lintas batas. Saat ini, UOB juga membantu IEB dengan memberikan masukan dan saran di bidang manajemen likuiditas, treasury dan solusi pendanaan alternatif di pasar modal.

“Kami gembira dapat bekerja sama dan difasilitasi oleh UOB dalam transaksi pinjaman sindikasi yang baru-baru ini berhasil tercapai. Ekspetasi dana pada tingkat harga yang kami inginkan dapat terpenuhi dan membantu kami dalam mendiversifikasi sumber pendanaan kami. Ini adalah kedua kalinya kami menunjuk UOB sebagai salah satu mitra kami didasari oleh kepercayaan yang tinggi atas profesionalisme dan komitmen UOB,” tambah Managing Director, Indonesia Eximbank Basuki Setyadjid.

Kesempatan Investasi di Asia

UOB juga turut memfasilitasi kebutuhan investasi lembaga keuangan nonbank yang memiliki minat mengembangkan aset mereka di Asia, seiring dengan peluang yang semakin terbuka lebar. Sebagi contoh lembaga dana pensiun diperkirakan akan menginvestasikan sekitar USD6,5 triliun di kawasan Asia Pasifik pada 2020 dengan jumlah dua kali lipat dibandingkan tahun 2012.

“Kami melihat banyak investor global menanamkan modalnya di Asia. Sebagai bank dengan cakupan jaringan yang luas di Asia, UOB dapat membantu nasabahnya menangkap berbagai peluang yang tersedia di kawasan dan memberikan mereka sumber pendanaan,” kata Global Head of Financial Institutions Group, UOB, Lim Lay Wah.

Salah satu nasabah tersebut adalah Phoenix Property Investors, perusahaan ekuitas di bidang real estate yang fokus pada peluang investasi di Asia. Selain membantu Phonenix mengelola risiko pasar dan likuditasnya, UOB juga mendapatkan mandat menyediakan solusi finansial dan memberikan nasihat dalam akusisi finansial dan pengumpulan dana pasar modal.

Managing Partner and Chief Investment Officer, Phoenix Property Investors, Samuel W Chu mengatakan, UOB sangat memahami secara mendalam mengenai kondisi lokal pasar yang perusahaan tuju.

"Profesionalisme dan wasasan mereka dalam melihat hal secara jangka panjang, terus menerus melampaui ekspektasi kami. UOB mampu memberikan kami solusi layanan khusus yang membantu kami meraih peluang di Asia di saat yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan investasi kami,” terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diduga Korsleting, Bank...
Diduga Korsleting, Bank UOB Kebon Jeruk Terbakar
UOB Siapkan Relaksasi...
UOB Siapkan Relaksasi Kredit Bagi Nasabah Terdampak Covid-19
Bank Asal Singapura...
Bank Asal Singapura Ini Bakal Angkat Orang Indonesia Jadi Dirutnya
Kevin Lam Mundur dari...
Kevin Lam Mundur dari Dirut Bank UOB, Ada Apa?
Gantikan Kevin Lam,...
Gantikan Kevin Lam, Hendra Gunawan Jadi Bos Bank UOB
Dengan Bank Digitalnya,...
Dengan Bank Digitalnya, UOB Sesumbar Bisa Bidik 5 Juta Nasabah Baru
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
8 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
8 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
8 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
9 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
10 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved