Kontrak Minyak Sonangol Harus Dibatalkan

Jum'at, 16 Oktober 2015 - 18:03 WIB
Kontrak Minyak Sonangol...
Kontrak Minyak Sonangol Harus Dibatalkan
A A A
JAKARTA - Pengamat energi Marwan Batubara meminta kontrak minyak dari Sonangol ke Tanah Air harus dibatalkan jika sudah masuk ke pusaran korupsi.

Marwan mengatakan, apapun kondisinya jika sudah melakukan kontrak atau belum, kerja sama tersebut sudah sepantasnya dihentikan. (Baca: Kolega Bisnis Surya Paloh Ditangkap).

"Kalaupun sudah ada rencana, dengan adanya kasus korupsi, sudah sepantasnya rencana dibatalkan," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Kalau ingin menjaga negara dari kerugian, lanjut dia, perusahaan yang memiliki rekam jejak buruk harus dicegah masuk ke dalam negeri.

"Ya dong, otomatis kalau kita mau apa menjaga negara dari kerugian, mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan, harus proteksi. Tidak berhubungan dengan perusahaan bermasalah," jelas Marwan.

Menurutnya, itu sudah menjadi standar umum di dunia dalam perdagangan agar bisa memilih mitra kerja sama yang memiliki rekam jejak baik. "Itu standar, jangan pilih partner yang bermasalah di dunia, lihat track record dalam pilih partner dagang atau pemasok," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengusaha asal China, Sam Pa atau Xu Jinghua ditangkap kepolisian Hong Kong pada 8 Oktober lalu atas dugaan korupsi yang melibatkan mantan Direktur Eksekutif Sinopec Su Shulin.

Seperti dikutip Reuters dari majalah Caixin, perusahaan milik Pa terlibat dalam proyek-proyek eksplorasi minyak Sinopec di Angola (Sonangol) saat Shulin masih memimpin perusahaan tersebut. Dia juga menjadi perantara untuk membantu mangamankan tawaran raksasa atas minyak mentah milik Angola. Terkait hal tersebut, baik Sam Pa maupun Sinopec menolak berkomentar.

Sinopec Corp menguasai 55 persen saham dalam usaha patungan Sonangol Sinopec International yang didirikan pada tahun 2004 dan memegang 50 persen saham atas 18 blok minyak di lepas pantai Angola.

Komisi Displin China mengatakan, Shulin diduga telah melakukan pelanggaran disiplin serius. Shulin tercatat pernah menjabat sebagai Gubernur Fujian sejak 2011 dan juga ditunjuk sebagai Kepala Partai Komunis di Fujian.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Jadi Pemasok Utama...
Rusia Jadi Pemasok Utama Impor Minyak ke China Juli 2022
Kejagung Ungkap Ahok...
Kejagung Ungkap Ahok Mengetahui Impor-Ekspor Minyak Mentah Pertamina
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Terselamatkan Penurunan Impor
Dulu Ekspor Kini Impor,...
Dulu Ekspor Kini Impor, Bahlil Ingin Produksi Minyak Balik Seperti 1997
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
59 menit yang lalu
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
4 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved