Wall Street Jatuh Dipicu Anjloknya Saham Kesehatan

Kamis, 22 Oktober 2015 - 08:48 WIB
Wall Street Jatuh Dipicu...
Wall Street Jatuh Dipicu Anjloknya Saham Kesehatan
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir jatuh dipicu anjloknya saham Valeant Pharmaceuticals yang memukul sektor kesehatan, ditambah melemahnya sektor energi seiring dengan harga minyak.

Saham Valeant Pharmaceuticals yang terdaftar di bursa Amerika Serikat (AS) jatuh ke level terendah harian ke USD88,50, dengan volume mencetak rekor setelah penjual jangka pendek menuduh perusahaan menggunakan apotek khusus untuk mendongkrak pendapatan.

Perusahaan membantah tuduhan itu, dan kemudian investor Bill Ackman meningkatkan kepemilikan sahamnya di Valeant sekitar 2 juta saham. Berita itu juga menyeret saham sektor kesehatan lainnya, termasuk Allergan yang turun 1,7% menjadi USD259, dan Endo International turun 13,3% menjadi USD54,46.

Selain itu, saham asuransi Aetna, Humana, Anthem dan Cigna semua jatuh setidaknya 3% setelah calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton mengatakan dia sangat prihatin tentang usulan merger perusahaan farmasi tersebut.

Sementara penurunan harga minyak mentah membebani sektor energi di indeks S&P 500, yang jatuh 1%, diikuti oleh sektor komoditas yang melemah 0,9% dan perawatan kesehatan minus 0,9%.

"Persediaan minyak naik sedikit, sehingga sektor energi yang turun membebani pasar pada awal perdagangan dan menjelang sore hari, pembeli memilih menunggu, sehingga melayang lebih rendah di penutupan," kata Wakil Presiden BB & T Wealth Management Bucky Hellwig, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/10/2015).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 48,5 poin atau 0,28% ke 17.168,61, indeks S&P 500 kehilangan 11,83 poin atau 0,58% ke 2.018,94 dan Nasdaq Composite turun 40,86 poin atau 0,84% ke 4.840,12.

Menurut data Thomson Reuters, sekitar 6,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, turun dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebanyak 7,3 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
1 jam yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
2 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
2 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
5 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
7 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur Rafale, MiG-29,...
Jet Tempur Rafale, MiG-29, SU-30 India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved