RI Tergoda Sonangol karena Iming-iming Harga Minyak Murah
Kamis, 22 Oktober 2015 - 21:05 WIB
RI Tergoda Sonangol karena Iming-iming Harga Minyak Murah
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Energi dari Universitas Indonesia, Iwa Garniwa menyatakan, sebenarnya ada perusahaan lain yang bisa dipilih oleh Indonesia untuk kerja sama impor minyak. Namun, karena harga minyak Sonangol lebih murah, maka Indonesia akhirnya tergoda.
"Mungkin sudah ada kesepakatan mengenai harga yang menarik. Sebetulnya banyak yang potensial, tapi saya enggak mau menyebutkan ya, tidak etis," ujarnya, Kamis (22/10/2015).
Iwa menuturkan, meskipun Bos Sonangol Sam Pa saat ini tengah tersandung kasus korupsi namun jika perjanjian sudah ditandatangani kerja sama harus dihormati.
"Apakah Sonangol ini perusahaan besar atau sebagai broker saja? Kalau besar, seperti Pertamina, ada masalah, dia enggak sendirian. Jadi menurut saya, seharusnya, kasus ini tidak boleh berdampak dengan perjanjian-perjanjian yang sudah disepakati. Harus tetap dihormati," jelasnya.
Iwa juga memberikan catatan selama perusahaan Sonangol tersebut baik, dan tidak tersandung apa-apa, serta yang melakukan kerja sama adalah antar negara, maka kesepakatan dan perjanjian bisa terus dilaksanakan.
"Yang jadi soal adalah, bosnya Soanngol yang bermasalah, tapi yang melakukan kerja sama kan negara, bukan personal. Seyogyannya enggak ada masalah yang besar," tandasnya.
Baca juga:
Rizal Ramli: Kerja Sama Pertamina-Sonangol Daerah Sensitif
Kontrak Minyak Sonangol Harus Dibatalkan
DPR Desak Jokowi Evaluasi Kerja Sama Sonangol
"Mungkin sudah ada kesepakatan mengenai harga yang menarik. Sebetulnya banyak yang potensial, tapi saya enggak mau menyebutkan ya, tidak etis," ujarnya, Kamis (22/10/2015).
Iwa menuturkan, meskipun Bos Sonangol Sam Pa saat ini tengah tersandung kasus korupsi namun jika perjanjian sudah ditandatangani kerja sama harus dihormati.
"Apakah Sonangol ini perusahaan besar atau sebagai broker saja? Kalau besar, seperti Pertamina, ada masalah, dia enggak sendirian. Jadi menurut saya, seharusnya, kasus ini tidak boleh berdampak dengan perjanjian-perjanjian yang sudah disepakati. Harus tetap dihormati," jelasnya.
Iwa juga memberikan catatan selama perusahaan Sonangol tersebut baik, dan tidak tersandung apa-apa, serta yang melakukan kerja sama adalah antar negara, maka kesepakatan dan perjanjian bisa terus dilaksanakan.
"Yang jadi soal adalah, bosnya Soanngol yang bermasalah, tapi yang melakukan kerja sama kan negara, bukan personal. Seyogyannya enggak ada masalah yang besar," tandasnya.
Baca juga:
Rizal Ramli: Kerja Sama Pertamina-Sonangol Daerah Sensitif
Kontrak Minyak Sonangol Harus Dibatalkan
DPR Desak Jokowi Evaluasi Kerja Sama Sonangol
(dmd)
Lihat Juga :