Politisi Golkar Tolak Ratifikasi FCTC

Jum'at, 23 Oktober 2015 - 18:45 WIB
Politisi Golkar Tolak...
Politisi Golkar Tolak Ratifikasi FCTC
A A A
JAKARTA - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menolak rencana ratifikasi Framework Convenan on Tobacco Control (FCTC) karena akan mematikan keberlangsungan hidup stakeholders tembakau dari hulu ke hilir.

"Sebelum petani tembakau dan cengkeh, serta industri nasional kretek dilindungi peraturan perundang-undangan nasional, saya akan menolak setiap agenda asing dan global untuk melakukan okupasi terhadap kebijakan pertembakauan di Indonesia," tegas dia dalam rilisnya, Jumat (23/10/2015).

Dia menegaskan, FCTC merupakan penjajahan model baru menggunakan isu kontemporer yang dimodifikasi dengan memasukkan isu kesehatan. "Sejak awal DPR menolak mengadopsi FCTC menjadi undang-undang yang berlaku di Indonesia," terangnya.

Menurutnya, petani tembakau, cengkeh, dan industri nasional kretek adalah tulang punggung ekonomi bangsa untuk dilindungi dari ancaman asing. Para pekerja di sektor tembakau, khawatir FCTC akan mengancam kelangsungan hidup mereka. Berdasarkan data Kementan, ada 6,1 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung di industri hulu hilir tembakau.

"Fakta bahwa kontribusi cukai hasil tembakau tiap tahun sekitar Rp139 triliuanan sebagai sumber penerimaan negara," ujar anggota Komisi XI DPR ini.

Dia menilai rencana ratifikasi FCTC tidak statis. Belajar dari pengalaman ratifikasi food. Awalnya hanya mengatur beras, namun dalam perjalanannya diatur soal lain seperti susu. "Sehingga kita harus cermati dampak peraturan internasional yang lain terhadap aspek ekonomi, budaya, dan hukum," kata Misbakhun.

Adanya pernyataan Panglima TNI yang menolak ratifikasi FCTC beberapa waktu lalu sebagai proxy war yang menyadarkan segenap warga bangsa untuk berbicara soal kepentingan nasional yang harus diutamakan dan jadi prioritas daripada menjalankan agenda dan kepentingan asing.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Pelaku IHT Duga Ada...
Pelaku IHT Duga Ada Tekanan Pihak Tertentu Soal Kenaikan Cukai Rokok
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Rokok Klembak Menyan
Menelisik Fenomena Rokok...
Menelisik Fenomena Rokok Ilegal
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
24 menit yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
51 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
1 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
3 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
13 jam yang lalu
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved