Roadshow ke AS, BKPM Siap Keluarkan Izin Prinsip di Tempat
Jum'at, 23 Oktober 2015 - 14:58 WIB
Roadshow ke AS, BKPM Siap Keluarkan Izin Prinsip di Tempat
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap mengeluarkan izin prinsip di tempat bagi investor di Amerika Serikat (AS) yang serius menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.
Rencananya, Kepala BKPM Franky Sibarani akan ikut rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan melaksanakan kunjungan kerja ke Negeri Paman Sam mulai 25 hingga 29 Oktober 2015.
Franky menjelaskan, dalam kunjungan yang hampir satu pekan ini rencananya BKPM akan melakukan berbagai kegiatan untuk menawarkan investasi di Tanah Air, salah satunya kegiatan investment summit yang direncanakan akan digelar pada 26 Oktober 2015.
"Saya akan uji coba kepada investor, misal di AS pada 26 Oktober 2015 ada investment summit. Kalau ada yang serius, saya keluarkan izin investasi di tempat," katanya dalam media gathering di gedung BKPM, Jakarta, Jumat (23/10/2015).
Dia menuturkan, pemberian izin prinsip di tempat ini tidak hanya diberikan kepada para investor AS yang baru, namun juga akan diberikan untuk investor yang sudah berinvestasi di Tanah Air dan serius berekspansi dan melakukan perluasan investasi di Indonesia.
"Tentu serius itu bisa saja, dia sudah investasi di Indonesia, dan melakukan perluasan. Karena AS headquarter-nya, jadi mungkin muncul keinginan perluasan atau investasi baru," imbuh dia.
Menurutnya, pengeluaran izin prinsip di tempat ini mekanismenya akan sangat disederhanakan. Namun, tetap tidak mengurangi esensi dan substansi yang harus dipenuhi calon investor. Dia mengklaim, pengeluaran izin di tempat ini baru perdana dilakukan pemerintah Indonesia.
"Kita nanti juga ada one on one meeting. Kalau menghasilkan komitmen investasi, saya langsung keluarkan IP di situ. Itu yang bisa setidaknya memberikan kepastian," tandas Franky.
Rencananya, Kepala BKPM Franky Sibarani akan ikut rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan melaksanakan kunjungan kerja ke Negeri Paman Sam mulai 25 hingga 29 Oktober 2015.
Franky menjelaskan, dalam kunjungan yang hampir satu pekan ini rencananya BKPM akan melakukan berbagai kegiatan untuk menawarkan investasi di Tanah Air, salah satunya kegiatan investment summit yang direncanakan akan digelar pada 26 Oktober 2015.
"Saya akan uji coba kepada investor, misal di AS pada 26 Oktober 2015 ada investment summit. Kalau ada yang serius, saya keluarkan izin investasi di tempat," katanya dalam media gathering di gedung BKPM, Jakarta, Jumat (23/10/2015).
Dia menuturkan, pemberian izin prinsip di tempat ini tidak hanya diberikan kepada para investor AS yang baru, namun juga akan diberikan untuk investor yang sudah berinvestasi di Tanah Air dan serius berekspansi dan melakukan perluasan investasi di Indonesia.
"Tentu serius itu bisa saja, dia sudah investasi di Indonesia, dan melakukan perluasan. Karena AS headquarter-nya, jadi mungkin muncul keinginan perluasan atau investasi baru," imbuh dia.
Menurutnya, pengeluaran izin prinsip di tempat ini mekanismenya akan sangat disederhanakan. Namun, tetap tidak mengurangi esensi dan substansi yang harus dipenuhi calon investor. Dia mengklaim, pengeluaran izin di tempat ini baru perdana dilakukan pemerintah Indonesia.
"Kita nanti juga ada one on one meeting. Kalau menghasilkan komitmen investasi, saya langsung keluarkan IP di situ. Itu yang bisa setidaknya memberikan kepastian," tandas Franky.
(izz)
Lihat Juga :