PP Muhammadiyah: Pemerintah Masih Anak Tirikan UKM

Sabtu, 24 Oktober 2015 - 20:01 WIB
PP Muhammadiyah: Pemerintah...
PP Muhammadiyah: Pemerintah Masih Anak Tirikan UKM
A A A
Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah menilai, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) saat ini masih menganak-tirikan pelaku usaha kecil menengah (UKM). Hal tersebut tercermin dalam paket kebijakan ekonomi jilid V yang masih berorientasi pada korporasi besar.

Wakil Ketua Bidang Kajian Ekonomi MEK Mukhaer Pakkanna mengungkapkan, untuk membangkitkan gairah perekonomian Indonesia, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada aspek pertumbuhan ekonomi semata. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan aspek kesejahteraan ekonomi secara agregat.

"Mereka (UKM) masih dianggap tidak mampu menggerakkan ekonomi. Padahal dalam program Nawacita, Presiden Jokowi jelas-jelas menyebut bahwa pemerintah harus selalu melindungi segenap bangsa. Usaha mikro dan informal tampaknya belum dianggap pantas untuk dilindungi. Mungkin dianggap karena kontribusinya sangat kecil dalam mendongkrak ekonomi negara," katanya seperti dalam rilis di Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

Baca juga:

Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi September I Jokowi

Ini Isi Paket Kebijakan Ekonomi September II Jokowi

Ini Isi Lengkap Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Jilid III

Ini Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi

Ini Dua Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V


Ironisnya lagi, sambung dia, peran kredit usaha rakyat (KUR) yang selama ini dielu-elukan pemerintah dalam pemihakan ekonomi rakyat, tampaknya justru banyak menemukan kegagalan.

Perbankan pelat merah yang selama menjadi bank pelaksana penyaluran KUR pun sudah mulai menghindar untuk diminta menyalurkan KUR. "KUR dianggapnya Non Performing Loan (NPL)-nya sangat tinggi, jadi tidak bankable," imbuh dia.

Jika memang KUR masih ingin dipertahankan, tambahnya, pemerintah perlu terlebih dahulu membongkar mindset bank. Bank harus pandai memahami kondisi sosial masyarakat.

Selain itu, pemerintah perlu memanfaatkan lembaga-lembaga keuangan mikro semi-formal, termasuk koperasi syariah (BTM/BMT) yang kredibel untuk ikut menyalurkan KUR. "Sebab mereka lebih paham realitas sosial nasabah," tutur Mukhaer.

Dia menambahkan, pemerintah juga perlu menggunakan pola jemput pola dan sistem tanggung renteng dalam pengelolaan dana KUR. "Semuanya itu harus dievalusi setiap minguan sehingga perang dan fungsi KUR tepat sasaran," tandasnya.


(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved