Ini Langkah Strategis Satgas Dwelling Time

Senin, 26 Oktober 2015 - 13:21 WIB
Ini Langkah Strategis...
Ini Langkah Strategis Satgas Dwelling Time
A A A
JAKARTA - Task Force Dwelling Time atau Satuan Tugas (Satgas) Dwelling Time yang dibentuk Kemenko bidang Kemaritiman mengklaim, telah menunjukkan beberapa hasil positif.

Ketua Satgas Dwelling Time Agung Koeswandono mengatakan, langkah strategis yang dicapai tim satgas dwelling time sampai hari ini masih sesuai track record.

Menurutnya, pencapaian tersebut terkait perizinan perdagangan, kepabeanan, dan transportasi kereta api pelabuhan serta perdagangan.

"Pertama, perdagangan hingga saat ini telah dilakukan deregulasi 32 peraturan di lingkungan Kemendag terkait dengan barang impor yang masih kena ketentuan larangan pembatasan," kata Agung di Gedung BPPT Jakarta, Senin (26/10/2015).

Dia mengatakan, dari 32 aturan, 16 peraturan sudah berhasil dihapus dan dilakukan perbaikan atau revisi dan terdapat 12 aturan lagi dalam proses penandatanganan. "Ini menjadi tugasnya Pak Menko untuk mempercepat," ujarnya.

Sementara, ada empat aturan lagi yang terkait besi, baja, gula, printer fotokopi berwarna dan garam yang masih perlu proses negosiasi dan hitungan lebih rinci.

"Untuk besi baja, Indonesia jadi produsen dan ‎gula merupakan barang strategis. Printer dikhawatirkan terjadi pemalsuan uang menggunakan printer fotokopi yang disalahgunakan jadi harus ada pengawasan khusus. Garam juga sama, kita adalah produsen yang harus ada pengaturan khusus, dan punya tambak garam yang harus dilindungi. Keempat ini masih dalam proses," terangnya.

Poin kedua, kepabeanan. Dirjen bea cukai telah berkoordinasi dengan Kemendag untuk membuka pos tersendiri di Cikarang Dry port (CDP).‎

Sementara, poin keketiga berhubungan dengan kereta barang ke Tanjung Priok, Jakarta. Tim satgas melaporkan proses pengadaan lahan, dan pembayaran lahan sudah selesai sejak Agustus-September 2015.

"Untuk kereta, PT KPM akan ditunjuk sebagai pelaksana jasa konstruksi. Mereka sudah lakukan ambising lapangan pada kedua lokasi perpanjangan rel kereta dan telah mendapat kesimpulan lokasi penambahan jalur kereta dari stasiun Pasoso ke stasiun dermaga 208," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
9 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
24 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
58 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved