Bursa Dubai Pimpin Koreksi Terdalam di Timur Tengah

Minggu, 01 November 2015 - 16:32 WIB
Bursa Dubai Pimpin Koreksi...
Bursa Dubai Pimpin Koreksi Terdalam di Timur Tengah
A A A
DUBAI - Bursa Dubai tenggelam ke level terendah dalam lebih dari dua bulan, memimpin koreksi terdalam di sebagian besar pasar Timur Tengah karena kekhawatiran dipangkasnya peringkat Arab Saudi dapat memengaruhi biaya pinjaman di seluruh wilayah.

Indeks Dubai Financial Market (DFM) General turun 2,6% menjadi 3.413,87 pada pukul 12.31 waktu setempat ke tingkat terendah sejak 25 Agustus. Indeks Tadawul Arab Saudi kehilangan 0,9% setelah Standard & Poor (S&P) memangkas peringkat kredit di negara ekonomi terbesar di Uni Emirat Arab karena meningkatnya defisit anggaran setelah anjloknya harga minyak.

"Penurunan peringkat akan memiliki implikasi bagi sektor bank dan jasa keuangan di seluruh wilayah. Peringkat kredit Bank bisa berada di bawah tekanan, tidak hanya di Dubai tapi untuk seluruh Dewan Kerjasama Teluk. Ini berimplikasi pada biaya pinjaman," kata Kepala Ekuitas Regional di Rasmala Investment Bank Ltd Muhammad Shabbir, seperti dilansir dari Bloomberg, Minggu (1/11/2015).

S & P menurunkan peringkat kredit Arab Saudi ke A+, tingkat kelima tertinggi, dengan prospek negatif karena menurunnya harga minyak membuat sulit untuk membalikkan kemerosotan fiskal negara itu. Produsen terbesar di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tersebut bergantung pada minyak mentah untuk mendanai belanja pemerintah, pendorong utama pertumbuhan.

Sementara penurunan harga minyak lebih dari 40% dalam 12 bulan terakhir telah berdampak bisnis di industri. Sedangkan Dubai sebagai tetangga Arab Saudi tidak bergantung dengan pendapatan minyak untuk mendanai belanja.

Minyak mentah Brent naik 1,6% pada hari Jumat menjadi USD49,56/barel, mengupas penurunan dalam 12 bulan terakhir menjadi 42%. Dubai Emaar Properties PJSC, perusahaan dengan bobot terbesar pada alat ukur, memimpin koreksi dengan penurunan 3,9%. Dubai Islamic Bank turun 1,9%.

"Kami melihat lebih banyak berita buruk datang dengan pemangkasan peringkat terbaru Arab Saudi," kata Kepala Aset Manajemen di Al Mal Capital PSC Tariq Qaqish.

Adapun Indeks ADX Abu Dhabi dan Qatar masing-masing turun 0,6%. Bursa saham Kuwait kehilangan 0,3%, sementara EGX 30 Mesir turun 0,4%. Indeks Bahrain sedikit berubah dan indeks MSM 30 Oman naik 0,4%, didukung kenaikan saham National Bank of Oman seebsar 5,3%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perlu Antisipasi...
Pemerintah Perlu Antisipasi Efek Domino Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi
Mengembalikan Cengkeraman...
Mengembalikan Cengkeraman Ekonomi Negara Timur Tengah di Tengah Konflik Israel-Hamas
Kepentingan Ekonomi...
Kepentingan Ekonomi di Balik Perjanjian Damai Timur Tengah
Ketegangan Timur Tengah...
Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Dunia Terkerek Naik
China Ingatkan Dunia,...
China Ingatkan Dunia, Krisis Timur Tengah Ancam Ekonomi Global
Prabowo Kunjungi Negara...
Prabowo Kunjungi Negara Timur Tengah, Konsultasi Terkait Kondisi Ekonomi Dunia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
37 menit yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
56 menit yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
10 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
11 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved