Menteri Rini Dinilai Gagal Yakinkan DPR soal PMN

Selasa, 03 November 2015 - 12:48 WIB
Menteri Rini Dinilai...
Menteri Rini Dinilai Gagal Yakinkan DPR soal PMN
A A A
JAKARTA - Pengamat BUMN Arief Puyuono menilai ditahannya penyertaan modal negara (PMN) dalam APBN 2016 menunjukkan Menteri BUMN Rini Soemarno gagal meyakinkan DPR.

"Dia gagal, enggak diterima dikalangan parlemen. Karena baru kali ini PMN enggak disetujui parlemen," kata Arief saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Menurutnya, Menteri BUMN tidak bisa meyakinkan anggota parlemen sehingga PMN untuk BUMN tidak disertakan dalam APBN. "Dia pernah dipanggil rapat enggak mau, melawan, dulu sempat begitu. Terus DPR juga melihat, pembawaan yang dibawa kurang bagus, komunikasinya juga. Jadi ini sebetulnya kegagalan Rini dalam meyakinkan parlemen untuk mengalirkan PMN," tuturnya.

Sementara, perusahaan tersebut akhirnya harus menanggung rugi lantaran tender yang sudah mereka harapkan dari pendanaan PMN diambil perusahaan lain karena PMN tidak dicairkan.

"Mereka hanya bisa meminta. Mengajukan ke menterinya. Meski mereka sudah transparan sebetulnya untuk data keuangannya. Dari perusahaan tersebut juga sudah melaporkan list keuangannya, dalam rapat dengar pendapat (RDP)," kata dia.

Hal tersebut, lanjut Arief, harus menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat apakah Rini harus dipertahankan sebagai menteri di kabinetnya atau tidak.

"Kalau sudah begini, Jokowi seharusnya sudah melihat bahwa Rini tidak baik untuk dipertahankan sebagai menteri BUMN. Dia tidak mampu," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah dalam hal ini Kemenkeu tetap bersikeras akan mengajukan kembali kucuran dana PMN untuk BUMN pada APBN-P 2016.

Dalam pengesahan UU APBN 2016, DPR membekukan suntikan modal Rp40,4 triliun untuk perusahaan pelat merah dalam UU APBN 2016. Kesepakatan ini diketok setelah sebagian besar fraksi dewan memberikan catatan terhadap pengajuan PMN tersebut.

Menkeu Bambang Brodjonegoro mengaku pemerintah sepakat dengan DPR bahwa kucuran dana untuk BUMN tersebut akan dilakukan pembahasannya kembali pada APBN-P 2016.

"Kesepakatan pemerintah dengan DPR, untuk PMN kepada BUMN pembahasannya bersama DPR akan dilakukan ketika pemerintah menyampaikan RAPBNP 2016," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Dia menegaskan, pengajuan PMN untuk perusahaan milik negara tersebut bukan dibatalkan. Melainkan hanya penundaan sampai pembahasan berikutnya. Penyertaan modal tersebut dipastikan tetap akan masuk dalam UU APBN 2016.

"Jadi ada penundaan, tetapi yang paling penting PMN tetap ada dalam UU APBN 2016," tandasnya.

Baca Juga:

Ditolak, Pemerintah Keukeuh Ajukan PMN Rp40,4 Triliun

Jokowi Santai PMN Tak Masuk APBN 2016
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 BUMN yang Dapat Suntikan...
5 BUMN yang Dapat Suntikan Dana Segar Rp33,2 Triliun di Akhir Tahun
Mantap, 7 BUMN Ini Dapat...
Mantap, 7 BUMN Ini Dapat PMN Total Rp23,65 Triliun
PLN Minta Dana PMN Rp10...
PLN Minta Dana PMN Rp10 Triliun Buat Apa? Ini Rinciannya
Erick Thohir Pastikan...
Erick Thohir Pastikan Dana PMN Tidak untuk Bayar Utang
DPR Setujui PMN Rp14,4...
DPR Setujui PMN Rp14,4 Triliun untuk 4 BUMN dan Bank Tanah
Alasan Dibalik Konversi...
Alasan Dibalik Konversi Piutang BUMN, Biar Nggak Manja?
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved