Menperin Dorong Finlandia Kembangkan 14 Kawasan Industri

Kamis, 05 November 2015 - 00:33 WIB
Menperin Dorong Finlandia...
Menperin Dorong Finlandia Kembangkan 14 Kawasan Industri
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan industri dan pengembangan infrastruktur di Indonesia memikat pengusaha Finlandia. Mereka ingin meningkatkan investasi dengan memanfaatkan keunggulan teknologi yang dimiliki.

Negara Skandinavia dari Eropa Utara itu dikenal sebagai negara yang menguasai teknologi permesinan, kelistrikan, industri logam, transportasi, kayu, kertas serta kimia.

Menilik keunggulan itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mendorong Finlandia turut memperkuat pengembangan 14 kawasan industri yang tengah dipacu.

“Pusat-pusat industri yang dibangun di kawasan khusus itu membutuhkan teknologi dan mesin-mesin yang dimiliki negara maju termasuk Finlandia,” ujarnya usai menerima delegasi Finlandia di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Delegasi dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Filandia, Timo Soini dan diikuti beberapa pimpinan perusahaan seperti Oilon (teknologi pembangkit listrik, pulp, kertas), Outoec (teknologi logam, mineral, water treatment) dan Konecranes (industri cranes untuk pelabuhan,otomotif, tambang).

Saleh menuturkan, teknologi dan mesin industri menunjang produktivitas sekaligus efisiensi pabrik-pabrik. Lokasi kawasan industri yang sebagian besar di luar Jawa memerlukan sistem produksi yang terbukti tangguh dam efisien.

“Finlandia dapat masuk ke kawasan industri sebagai pemasok dan berinvestasi dengan menggandeng mitra lokal. Mereka juga kuat di teknologi pembangkit listrik dan energi alternatif yang dibutuhkan di remote area,” kata Menperin.

Sebanyak 14 kawasan industri dikembangkan sesuai konsentrasi dan bahan baku yang dihasilkan daerah terkait. Yaitu Bintuni Papua Barat (migas dan pupuk), Buli Halmahera Timur, Maluku Utara (smelter ferronikel, stainless steel, dan downstream stainless steel, Bitung Sulawesi Utara (agro dan logistik), Palu Sulawesi Tengah (rotan, karet, kakao dan smelter).

Sedangkan di Morowali Sulawesi Tengah, Konawe Sulawesi Tenggara dan Bantaeng Sulawesi Selatan difokuskan pada industri smelter ferronikel, stainless steel, dan downstream stainless steel.

Sementara di Kalimantan, kawasan industri di Batulicin Kalsel (besi baja), Jorong Kalsel (hilirisasi sumber daya mineral (bauksit), kelapa sawit), Ketapang Kalbar (alumina) dan Landak Kalbar (karet, CPO). Di Pulau Sumatera, dikembangkan kawasan industri Kuala Tanjung Sumut (aluminium, CPO), Sei Mangke Sumut (pengolahan CPO), dan Tanggamus Lampung (industri maritim dan logistik).

Menteri Luar Negeri Finlandia, Timo Soini mengakui pihaknya melirik Indonesia karena potensi ekonomi yang luar biasa. Menurutnya, Indonesia yang sumber daya alam melimpah membutuhkan industri untuk pengembangan potensi serta konektivitas antarpulau.

“Investasi Finlandi di Indoensia sekitar setengah milar Euro. Kami ingin menggandakannya,” ujar Timo. Pihaknya tertarik dengan bisnis pulp dan kelapa sawit, selain investasi industri berbasis teknologi lainnya.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, produk dan jasa teknologi Finlandia sudah dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan swasta serta BUMN. “Di bidang pengolahan mineral dan logam, Krakatau Steel dan Antam sudah menggunakan teknologi Finlandia,” ujarnya.

Ekspor Indonesia ke negara tersebut, antara lain produk karet, alas kaki, mesin, boiler, buah-buahan, keramik dan kayu. Sebaliknya, Finlandia mengapalkan peralatan elektronik, kertas, produk baja, plastik, kapal dan kimia termasuk pewarna.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
1 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
2 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
3 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
4 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved