Garuda Rugi Rp108 Miliar akibat Kabut Asap
Jum'at, 06 November 2015 - 12:34 WIB
Garuda Rugi Rp108 Miliar akibat Kabut Asap
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengalami kerugian pendapatan sebesar USD8 juta atau sekitar Rp108 miliar (kurs Rp13.600/USD) akibat terkepung musibah kabut asap yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo berharap, musibah yang baru saja terjadi yakni meletusnya Gunung Rinjani tidak menambah derita perseroan.
"Mudah-mudahan musibah Gunung Rinjani dan anaknya tidak pengaruhi rute internasional di Denpasar," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Arif mengatakan, selain dari musibah kabut asap, Garuda juga kehilangan pendapatan sebesar USD12 juta dari meletusnya beberapa gunung berapi di Tanah Air.
Menurutnya, kondisi industri aviasi dalam negeri tahun ini sangat menantang. Banyak faktor yang mempengaruhi, dari turunnya harga avtur hingga yang merugikan seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Dia menambahkan, bisnis industri penerbangan sendiri tak terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah ekspektasi.
"Pertumbuhan ekonomi terpengaruh karena di bawah ekspektasi kita dan terjadi turbulensi, ada berapa case, kabut asap dan gunung berapi. Dampaknya sangat signifikan," pungkasnya.
Sekadar informasi, Gunung Raung di pulau Jawa meletus pada Agustus lalu, yang berlangsung selama beberapa pekan. Letusan juga terjadi di pegunungan Gamalama dan Dukono di kepulauan Maluku.
Selanjutnya ada gunung berapi Sinabung di pulau Sumatera yang menyemburkan lahar panasnya. Selain itu, Gunung Karangetang di pulau Siau juga meletus.
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo berharap, musibah yang baru saja terjadi yakni meletusnya Gunung Rinjani tidak menambah derita perseroan.
"Mudah-mudahan musibah Gunung Rinjani dan anaknya tidak pengaruhi rute internasional di Denpasar," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Arif mengatakan, selain dari musibah kabut asap, Garuda juga kehilangan pendapatan sebesar USD12 juta dari meletusnya beberapa gunung berapi di Tanah Air.
Menurutnya, kondisi industri aviasi dalam negeri tahun ini sangat menantang. Banyak faktor yang mempengaruhi, dari turunnya harga avtur hingga yang merugikan seperti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Dia menambahkan, bisnis industri penerbangan sendiri tak terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah ekspektasi.
"Pertumbuhan ekonomi terpengaruh karena di bawah ekspektasi kita dan terjadi turbulensi, ada berapa case, kabut asap dan gunung berapi. Dampaknya sangat signifikan," pungkasnya.
Sekadar informasi, Gunung Raung di pulau Jawa meletus pada Agustus lalu, yang berlangsung selama beberapa pekan. Letusan juga terjadi di pegunungan Gamalama dan Dukono di kepulauan Maluku.
Selanjutnya ada gunung berapi Sinabung di pulau Sumatera yang menyemburkan lahar panasnya. Selain itu, Gunung Karangetang di pulau Siau juga meletus.
(izz)
Lihat Juga :