Terkepung Asap, GIAA Tetap Optimistis Kinerja Melesat
Jum'at, 06 November 2015 - 12:50 WIB
Terkepung Asap, GIAA Tetap Optimistis Kinerja Melesat
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tetap optimistis kinerja masih dapat melesat di tengah kepungan asap dan letusan gunung berapi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia dengan mencatatakan pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun.
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan seperti laba bersih dan pendapatan tetap meningkat dibanding tahun lalu.
"Kita tetap yakin naik semua segala soal angka tapi kita tidak boleh kasih prediksi," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Arif menjelaskan, perseroan langsung mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi musibah yang terjadi dengan melakukan penambahan frekuensi penerbangan ke kota lainnya.
"Sampai akhir tahun bisa tambah penerbangan ke hidden city sebagai alternatif sebesar 10%. Rute hidden city ke Indonesia bagian barat," jelas dia.
Selain itu, Garuda juga akan mengambil keuntungan dari musim liburan jelang akhir tahun serta menekan biaya operasional hingga 20%, meliputi biaya sewa pesawat, asuransi, dan perawatan rutin.
Sementara pada sisa kuartal IV ini, Arif tetap mewaspadai adanya gangguan penerbangan secara masif di Bali akibat meletusnya Gunung Rinjani.
Menurutnya, Bali merupakan pusat distribusi penumpang perseroan yang akan menuju ke luar negeri, seperti Korea, Jepang, China, dan Australia.
"Dua hari 100 penerbangan kita terganggu dengan meletusnya Gunung Rinjani dan anaknya. Bali adalah backbone kita di Internasional middle range market, kita tidak menyerah dengan kondisi yang ada," terang dia.
Maskapai berlogo burung Garuda ini membukukan laba bersih tahun berjalan (net income year to date) sebesar USD51,4 juta atau setara Rp693,9 miliar (kurs Rp13.500/USD) hingga kuartal III/2015.
Baca Juga:
Garuda Rugi Rp108 Miliar akibat Kabut Asap
Garuda Mulai Terbangkan Rute Bali dan Banyuwangi
Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan seperti laba bersih dan pendapatan tetap meningkat dibanding tahun lalu.
"Kita tetap yakin naik semua segala soal angka tapi kita tidak boleh kasih prediksi," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Arif menjelaskan, perseroan langsung mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi musibah yang terjadi dengan melakukan penambahan frekuensi penerbangan ke kota lainnya.
"Sampai akhir tahun bisa tambah penerbangan ke hidden city sebagai alternatif sebesar 10%. Rute hidden city ke Indonesia bagian barat," jelas dia.
Selain itu, Garuda juga akan mengambil keuntungan dari musim liburan jelang akhir tahun serta menekan biaya operasional hingga 20%, meliputi biaya sewa pesawat, asuransi, dan perawatan rutin.
Sementara pada sisa kuartal IV ini, Arif tetap mewaspadai adanya gangguan penerbangan secara masif di Bali akibat meletusnya Gunung Rinjani.
Menurutnya, Bali merupakan pusat distribusi penumpang perseroan yang akan menuju ke luar negeri, seperti Korea, Jepang, China, dan Australia.
"Dua hari 100 penerbangan kita terganggu dengan meletusnya Gunung Rinjani dan anaknya. Bali adalah backbone kita di Internasional middle range market, kita tidak menyerah dengan kondisi yang ada," terang dia.
Maskapai berlogo burung Garuda ini membukukan laba bersih tahun berjalan (net income year to date) sebesar USD51,4 juta atau setara Rp693,9 miliar (kurs Rp13.500/USD) hingga kuartal III/2015.
Baca Juga:
Garuda Rugi Rp108 Miliar akibat Kabut Asap
Garuda Mulai Terbangkan Rute Bali dan Banyuwangi
(izz)
Lihat Juga :