Wall Street Terkoreksi Setelah Ada Ancaman Bom di Jerman
Rabu, 18 November 2015 - 08:00 WIB
Wall Street Terkoreksi Setelah Ada Ancaman Bom di Jerman
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street terkoreksi pada Selasa setelah pertandingan sepak bola antara Jerman dan Belanda dibatalkan lantaran adanya kekhawatiran atas ancaman bom.
Ketiga indeks utama AS berada di wilayah positif setelah laporan pendapatan dari Wal-Mart (WMT.N) dan Home Depot (HD.N) optimis. Tapi mereka dengan cepat melepaskan keuntungan setelah pertandingan persahabatan dibatalkan kurang dari dua jam, karena indikasi serangan yang direncanakan dengan bahan peledak di stadion di Hanover.
Kekhawatiran tersebut menyusul terjadinya serangan pekan lalu di Paris, Prancis yang menewaskan 129 orang. "Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan di saat yang tidak menentu semua orang pergi dari pasar," kata Mohannad AAMA, Managing Director, Beam Capital Management LLC di New York seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/11/2015).
Meskipun terjadi pembalikan pasar yang luas, namun Wal-Mart berakhir naik 3,54% dan Home Depot naik 4,42%, mendorong indeks S&P 500.
Kinerja kuartalan Wal-Mart dan Home Depot sehat dan kontras dengan hasil dari department store Macy (MN) dan Nordstrom (JWN.N) pekan lalu beberapa sahamnya melemah tajam.
Indeks Dow Jones berakhir turun 0,04% ke 17.489,5 dan indeks S&P 500 juga turun 0,13% menjadi 2.050,44. Sementara, Nasdaq Composite naik 0,03% menjadi 4.986,02.
Tujuh dari 10 sektor S&P jatuh, sektor utilitas terkemuka SPLRCU tergelincir 1,85%. Saham pembuat suplemen makanan tenggelam setelah badan-badan federal, termasuk Departemen Kehakiman mengatakan akan mengumumkan tindakan pidana dan perdata yang berkaitan dengan iklan yang melanggar hukum dan penjualan suplemen makanan.
Ketiga indeks utama AS berada di wilayah positif setelah laporan pendapatan dari Wal-Mart (WMT.N) dan Home Depot (HD.N) optimis. Tapi mereka dengan cepat melepaskan keuntungan setelah pertandingan persahabatan dibatalkan kurang dari dua jam, karena indikasi serangan yang direncanakan dengan bahan peledak di stadion di Hanover.
Kekhawatiran tersebut menyusul terjadinya serangan pekan lalu di Paris, Prancis yang menewaskan 129 orang. "Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan di saat yang tidak menentu semua orang pergi dari pasar," kata Mohannad AAMA, Managing Director, Beam Capital Management LLC di New York seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/11/2015).
Meskipun terjadi pembalikan pasar yang luas, namun Wal-Mart berakhir naik 3,54% dan Home Depot naik 4,42%, mendorong indeks S&P 500.
Kinerja kuartalan Wal-Mart dan Home Depot sehat dan kontras dengan hasil dari department store Macy (MN) dan Nordstrom (JWN.N) pekan lalu beberapa sahamnya melemah tajam.
Indeks Dow Jones berakhir turun 0,04% ke 17.489,5 dan indeks S&P 500 juga turun 0,13% menjadi 2.050,44. Sementara, Nasdaq Composite naik 0,03% menjadi 4.986,02.
Tujuh dari 10 sektor S&P jatuh, sektor utilitas terkemuka SPLRCU tergelincir 1,85%. Saham pembuat suplemen makanan tenggelam setelah badan-badan federal, termasuk Departemen Kehakiman mengatakan akan mengumumkan tindakan pidana dan perdata yang berkaitan dengan iklan yang melanggar hukum dan penjualan suplemen makanan.
(izz)
Lihat Juga :