Indeks S&P Turun Dihantam Kebijakan Stimulus Bank Eropa

Jum'at, 04 Desember 2015 - 07:52 WIB
Indeks S&P Turun Dihantam...
Indeks S&P Turun Dihantam Kebijakan Stimulus Bank Eropa
A A A
NEW YORK - Indeks S&P 500 mengalami penurunan terbesar harian sejak akhir September pada hari Kamis karena pasar kecewa terhadap hasil dari stimulus Bank Sentral Eropa (ECB).

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/12/2015), ECB bergerak memicu lonjakan dalam euro di mana investor terkejut, memaksa mereka untuk menggeser posisi dan banyak aset yang terkena dampak. Harga obligasi turun setelah pengumuman.

Pada saat yang sama, indeks Volatilitas melonjak 13,8% ditutup pada tingkat tertinggi sejak 17 November.

ECB memotong suku bunga deposito yang lebih dalam ke wilayah negatif dan diperpanjang membeli aset enam bulan, seperti yang diharapkan. Tetapi beberapa pelaku pasar berharap stimulus lebih besar.

Semua sektor indeks S&P 500 jatuh dan menjadi penurunan tajam untuk saham AS. Sektor Kesehatan berakhir turun 2,2% dan menjadi penurunan terdalam hari itu diikuti sektor energi yang turun 2%.

"Pengaruh terbesar adalah (Presiden ECB Mario) Draghi berbicara pagi ini, tidak memuaskan pasar AS," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

Komentar Gubernur Federal Reserve Janet Yellen Ketua mengisyaratkan Fed berada di jalur untuk menaikkan suku bunga bulan ini.

Yellen mengatakan kepada anggota parlemen bank sentral AS itu untuk menaikkan suku bunga overnight dari mendekati nol. Dia memberi pandangan optimis ekonomi AS, seperti yang dia lakukan dalam pernyataannya Rabu kemarin. Pertemuan kebijakan Fed berikutnya akan digelar pada 15-16 Desember.

Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun 252,01 poin atau 1,42% ke 17.477,67, indeka S&P 500 kehilangan 29,89 poin atau 1,44% ke 2.049,62 dan Nasdaq Composite turun 85,70 poin atau 1,67% ke 5.037,53.

Indeks S&P 500 membukukan persentase harian penurunan terbesar sejak 28 September dan ditutup pada level terendah sejak 13 November.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
27 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
1 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved