Hadapi MEA, Japnas Minta Industri Kreatif Dilindungi

Minggu, 06 Desember 2015 - 21:21 WIB
Hadapi MEA, Japnas Minta...
Hadapi MEA, Japnas Minta Industri Kreatif Dilindungi
A A A
JAKARTA - Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) meminta industri kreatif di Tanah Air dilindungi. Terlebih, Indonesia akan menghadapi era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun depan.

Ketua Umum Japnas, Bayu Priawan Djokosoetono mengemukakan, berbicara industri kreatif sangat luar biasa, termasuk e-commerce. Tren bisnis, behavior terjadi perubahan dari 1990-an sampai sekarang berubah.

"Kita sekarang tidak bisnis secara kovensional karena bisnis nature-nya sudah berubah. Paradigmanya, muncul bisnis online, termasuk perusahaan yang sudah mapan. Mereka harus mengikuti perubahan ini," ujarnya, dalam rangkaian acara seminar bertajuk Hello Industri Kreatif di Jakarta, Minggu (6/12/2015).

Bayu memandang ke depan bisnis kreatif akan menjadi sumber utama. Masalahnya tidak banyak orang melihat trek ini. Manajemen distribusi tidak berjalan tanpa sistem teknologi. Sekarang semua harus menjadi satu kesatuan bisnis.

"Pemerintah harus bisa melindungi terkait industri kreatif, termasuk e-commerce. Karena secara kekuatan bisnis kreatif Indonesia tidak sekuat negara lain. Mereka unggul segala-galanya," terang Chairman BlueBird Group ini.

Bagaimana menghadapi MEA? Sesungguhnya MEA bisa menjadi keunggulan atau risiko. Opportunity marketnya akan menjadi luas.

"Market kita tidak hanya 250 juta di Indonesia, tapi bisa lebih luas di seluruh ASEAN. Celakanya bagaimana kalau kita tidak siap. Kita adu kompetitif, ini menjadi fenomenal yang perlu disikapi. Bagaimana pelaku usaha meningkatkan nilai tambah. Itu satu-satunya cara agar costumer tetap pakai produk kita. Kita harus unggul. Sebab kita tidak hanya bersaing dengan lokal," jelasnya.

Menurut Bayu, di sini Japnas berusaha meningkatkan daya saing. Satu sama lain bisa saling distribusi teknologi, tukar informasi. Ini untuk meningkatkan daya saing.

"Sudah tidak zamannya lagi kita bentrok. Sekarang kita tidak bisa tutupi bisnis ini, yang ada kita berkolaborasi dengan baik. Jangan sikut-sikutan di dalam membangun usaha. Kita saling menguatkan," tandasnya.

Adapun acara Japnas Talk show dalam event bertajuk Creative Republic ini merupakan rangkaian kegiatan yang diusung perhimpunan Jaringan Pengusaha Nasional dalam merangkul dan melindungi pelaku usaha di Tanah Air.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Munassus, Jaringan...
Gelar Munassus, Jaringan Pengusaha Nasional Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Sinergi Bisnis Jadi...
Sinergi Bisnis Jadi Fokus Utama Jaringan Pengusaha Nasional
JAPNAS Jakarta Siap...
JAPNAS Jakarta Siap Tindaklanjuti Nota Kerjasama dengan Pengusaha Kalimantan Barat
Polres Blitar Kota Gulung...
Polres Blitar Kota Gulung Pengedar Sabu Jaringan Pengusaha
Emil Dardak Dorong Pengusaha...
Emil Dardak Dorong Pengusaha Nahdliyin Perkuat Jaringan Bisnis
Amerika Resesi, Pengusaha...
Amerika Resesi, Pengusaha Nasional Ketar-Ketir
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
8 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
27 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved