Amerika Resesi, Pengusaha Nasional Ketar-Ketir

Jum'at, 31 Juli 2020 - 16:07 WIB
loading...
Amerika Resesi, Pengusaha...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badai resesi yang menyerang ekonomi Amerika Serikat (AS) menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengusaha nasional. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja mengatakan, dampak resesi ekonomi AS bakal memberikan efek negatif pada kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya, Negeri Abang Sam itu merupakan tujuan paling besar bagi eskpor Indonesia.

"Potensi adanya efek negatif dari resesi AS ke Indonesia karena negara itu adalah salah satu tujuan ekspor penting dan salah satu sumber investasi terbesar di kawasan Asia," kata Shinta saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Dia melanjutkan, Pemerintah Indonesia juga seharusnya memberikan insentif kepada pengusaha Indonesia yang terkena dampak. Pemberian insentif itu agar bisa meringankan kerugian bagi pengusaha Indonesia, khususnya para eksportir. ( Baca juga:Bos BKPM: Cuma Pengusaha yang Bisa Selamatkan Ekonomi dari Tekanan Pandemi )

"Pemerintah juga harus memberikan stimulus industri yang memadai dan efektif dalam meredam laju resesi agar efek negatif resesi AS terhadap Indonesia bisa hilang sama sekali," jelasnya.

Melansir reuters, pada kuartal I 2020, ekonomi AS sudah minus 5%, lalu turun 32,9% pada kuartal II 2020. Penurunan kinerja ekonomi AS tersebut merupakan yang terburuk sejak 1974 sehingga masuk ke jurang resesi. Menyusul Jerman, Korea Selatan, hingga Singapura yang sudah lebih dulu merasakan kondisi tersebut.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rupiah Ambruk Parah,...
Rupiah Ambruk Parah, Pelaku Industri Susu Mulai Cemas
Rupiah Pagi Ini Ambruk...
Rupiah Pagi Ini Ambruk ke Rp17.885 per Dolar AS, Apa Pemicunya?
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved