Paket Ekonomi VII Diragukan Dorong Industri Manufaktur
Senin, 07 Desember 2015 - 13:55 WIB
Paket Ekonomi VII Diragukan Dorong Industri Manufaktur
A
A
A
JAKARTA - Direktur dan Kepala Riset Ekuitas Citigroup Securities Indonesia Ferry Wong meragukan isi paket kebijakan ekonomi jilid VII Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa berpengaruh banyak mendorong peningkatan industri manufaktur.
Ferry menjelaskan, meski pasti ada sedikit banyak berpengaruh pada sektor padat karya tapi Indonesia harus meningkatkan industri manufaktur terlebih dahulu. "Manufaktur masih belum terlalu berkembang," ujarnya di Jakarta, Senin (7/12/2015).
Menurutnya, tanpa adanya sektor manufaktur yang kuat, Indonesia tidak dapat bergerak maju di saat industri komoditas sedang turun seperti saat ini.
"Mau tidak mau harus dibangun manufaktur. Tanpa kita miliki sektor manufaktur yang kuat, maka saat komoditas turun mereka tidak bisa berkembang jadi belum signifikan," kata dia.
Masih belum kuatnya industri manufaktur naisonal, akan berakibat masih tertekannya ekspor, tidak seperti di beberapa negara ASEAN lainnya yang sudah terbilang maju.
"Malaysia dan Thailand recovery manufaktur cepat. Di kita tertatih sehingga perhatian ke manufaktur kecil akibat terlena harga komoditas yang sempat tinggi," pungkasnya.
Ferry menjelaskan, meski pasti ada sedikit banyak berpengaruh pada sektor padat karya tapi Indonesia harus meningkatkan industri manufaktur terlebih dahulu. "Manufaktur masih belum terlalu berkembang," ujarnya di Jakarta, Senin (7/12/2015).
Menurutnya, tanpa adanya sektor manufaktur yang kuat, Indonesia tidak dapat bergerak maju di saat industri komoditas sedang turun seperti saat ini.
"Mau tidak mau harus dibangun manufaktur. Tanpa kita miliki sektor manufaktur yang kuat, maka saat komoditas turun mereka tidak bisa berkembang jadi belum signifikan," kata dia.
Masih belum kuatnya industri manufaktur naisonal, akan berakibat masih tertekannya ekspor, tidak seperti di beberapa negara ASEAN lainnya yang sudah terbilang maju.
"Malaysia dan Thailand recovery manufaktur cepat. Di kita tertatih sehingga perhatian ke manufaktur kecil akibat terlena harga komoditas yang sempat tinggi," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :