Wall Street Jatuh Gara-gara Harga Minyak Anjlok

Selasa, 08 Desember 2015 - 08:32 WIB
Wall Street Jatuh Gara-gara...
Wall Street Jatuh Gara-gara Harga Minyak Anjlok
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street kemarin ditutup jatuh, dipimpin oleh sektor energi indeks S&P yang mengalami penurunan cukup tajam sejak akhir Agustus karena harga minyak merosot ke titik terendah dalam hampir tujuh tahun.

Harga minyak berjangka menetap hampir 6% dan minyak brent turun lebih dari 5,3% setelah peryemuan Opec pekan lalu gagal mengatasi pasokan yang melimpah.

Indeks S&P sektor energi ditutup turun 3,7% setelah turun 5% pada awal sesi dan saham Exxon serta Chevron menjadi penurunan terbesar hampir 3%.

"Ingar-bingar jual pagi hari akhirnya kelelahan dan sepertinya semuanya mendapat sisi negatif," kata Stephen Massocca, kepala investasi di Wedbush Management LLC Ekuitas di San Francisco seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/12/2015).

"Minyak akan tinggal di beberapa harga yang sangat rendah untuk jangka waktu yang sangat lama," tambahnya.

Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun 117,12 poin atau 0,66% ke 17.730,51, indeks S&P 500 kehilangan 14,62 poin, atau 0,7% ke 2.077,07 dan Nasdaq Composite turun 40,46 poin atau 0,79% ke 5.101,81.

Investor saham juga waspada setelah laporan pekerjaan November bahwa ekonomi akan cukup kuat untuk menyerap kenaikan suku bunga ketika Federal Reserve menggelar pertemuan pada 15-16 Desember.

"Semua orang tahu mereka akan menaikkan suku. Jika Anda tidak memiliki banyak dalam membeli, setiap tekanan jual akan membanjiri pasar dan memindahkannya ke bawah," kata Matt Lloyd, kepala strategi investasi di Advisors Asset Management di Monument, Colorado.

Dia mencatat bahwa ragu-ragu menjelang pertemuan Fed juga melukai pasar yang lebih luas.

Penurunan harga minyak membantu saham maskapai. JetBlue Airways dan Delta Airlines dengan keuntungan sekitar 4%. Sektor penerbangan pada indeks S&P 1500 mencapai tingkat tertinggi sejak Januari.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved