Wall Street Membaik setelah Harga Minyak Sempat Naik
Selasa, 15 Desember 2015 - 08:00 WIB
Wall Street Membaik setelah Harga Minyak Sempat Naik
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street kemarin ditutup mulai bangkit dari keterpurukan, dibantu harga minyak yang sempat naik setelah sempat mengalami penurunan terendah dalam tujuh tahun terakhir. Sementara itu investor masih menanti kenaikan suku bunga (Fed Rate) bank sentral Amerika Serikat pada pekan ini.
Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 69 sen ke level USSD 36,31 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan, kontrak minyak mentah jenis Brent, turun hanya satu sen ke level USd 37,92 per barel di perdagangan London.
Indeks S & P 500 sempat reli pada sore hari kemarin, Senin waktu setempat ketika jatuh di awal sesi. Kekhawatiran tentang obligasi, harga minyak dunia dan kebijakan The Fed membuat pasar kehilangan semangat. "Terlalu banyak ketidakpastian," ucap Presiden Empire Executions Inc Peter Costa seperti dilansir Reuters, Selasa (15/12/2015).
Mayoritas investor menurutnya berharap The Fed mengumumkan kenaikan tahap pertama suku bunga pada hari ini untuk pertama kalinya setelah hampir satu dekade. Mereka juga menunggu komentar para pembuat kebijakan tentang apa langkah selanjutnya setelah Fed Rate naik. 83 persen pelaku saham yakni The Fed akan menaikkan pada kisaran 25 basis poin.
Sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average naik 103.29 poin atau 0,6% menjadi 17,368.5, sedangkan indeks S&P 500 mendapatkan tambahan 9,57 poin atau 0,48% ke level 2,021.94 dan Nasdaq Composite juga naik 18,76 poin atau 0,38% ke 4,952.23.
S & P sektor energi SPNY naik 0.8% di tengah minyak AS yang sempat bergerak 1,9%. Meski mayoritas saham mengalami kenaikan, namun investor ekuitas masih prihatin tentang pasar obligasi yang masih tinggi. Menurut analis masih terlalu dini mengatakan bila pasar mulai membaik.
"Ini hanya rasa takut yang belum diketahui. Kita tentu ingat pada 2008, meski itu tujuh tahun yang lalu masih segar dalam ingatan semua orang bahwa kita punya ketakutan situasi seperti itu akan terulang kembali," jelas Direktur Stifel Capital Markets, Angel Mata
Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 69 sen ke level USSD 36,31 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan, kontrak minyak mentah jenis Brent, turun hanya satu sen ke level USd 37,92 per barel di perdagangan London.
Indeks S & P 500 sempat reli pada sore hari kemarin, Senin waktu setempat ketika jatuh di awal sesi. Kekhawatiran tentang obligasi, harga minyak dunia dan kebijakan The Fed membuat pasar kehilangan semangat. "Terlalu banyak ketidakpastian," ucap Presiden Empire Executions Inc Peter Costa seperti dilansir Reuters, Selasa (15/12/2015).
Mayoritas investor menurutnya berharap The Fed mengumumkan kenaikan tahap pertama suku bunga pada hari ini untuk pertama kalinya setelah hampir satu dekade. Mereka juga menunggu komentar para pembuat kebijakan tentang apa langkah selanjutnya setelah Fed Rate naik. 83 persen pelaku saham yakni The Fed akan menaikkan pada kisaran 25 basis poin.
Sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average naik 103.29 poin atau 0,6% menjadi 17,368.5, sedangkan indeks S&P 500 mendapatkan tambahan 9,57 poin atau 0,48% ke level 2,021.94 dan Nasdaq Composite juga naik 18,76 poin atau 0,38% ke 4,952.23.
S & P sektor energi SPNY naik 0.8% di tengah minyak AS yang sempat bergerak 1,9%. Meski mayoritas saham mengalami kenaikan, namun investor ekuitas masih prihatin tentang pasar obligasi yang masih tinggi. Menurut analis masih terlalu dini mengatakan bila pasar mulai membaik.
"Ini hanya rasa takut yang belum diketahui. Kita tentu ingat pada 2008, meski itu tujuh tahun yang lalu masih segar dalam ingatan semua orang bahwa kita punya ketakutan situasi seperti itu akan terulang kembali," jelas Direktur Stifel Capital Markets, Angel Mata
(akr)
Lihat Juga :