Darmin Ungkap Penyebab USD Sulit Jatuh

Jum'at, 18 Desember 2015 - 12:58 WIB
Darmin Ungkap Penyebab...
Darmin Ungkap Penyebab USD Sulit Jatuh
A A A
TANGERANG - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, salah satu alasan semakin menguatnya dolar Amerika Serikat (USD), karena seluruh orang di dunia senang pegang USD.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat memegang USD, semakin banyak pula USD disimpan. Padahal, AS pernah alami krisis keuangan yang harus melakukan kebijakan moneter, dan mengesampingkan fiskal sehingga keuangannya pada masa itu melemah.

Kondisi tersebut juga memicu Jepang untuk melakukan kebijakan moneter yang sama seperti AS tapi tidak berhasil.

"Waktu krisis keuanngan AS datang, dia tidak punya pilihan lain selain moneter. Fiskal sudah mentok istilahnya. Namanya AS, ternyata relatif berhasil dengan kebijakan tidak lumrah ini. Jepang beberapa tahun mencoba, tapi tidak berhasil, karena orang maunya cuma dolar, bukan yen. Makin banyak USD makin senang simpannya, jadi enggak pernah jatuh nilainya," katanya di Tangerang, Jumat (18/12/2015).

Namun, meski AS melakukan kebijakan moneter dengan menekan suku bunganya hingga 0,25% waktu itu, ternyata tidak bagus dan mengandung risiko jika diteruskan. AS akhirnya mencari momontum untuk keluar dari situasi tersebut namun tidak bisa serta merta keluar begitu saja.

"Mereka (AS) penuh pertimbangan sekali untuk keluar dari kebijakan moneter itu. Karena mereka takut kalau dia keluar dari posisi itu, ekonominya bakal drop lagi. Akhirnya mereka melakukan terobosan, penciptaan lapangan kerja baru dan inflasi. Inflasi harus naik, itu menandakan ekonominya menggeliat," terang Darmin.

Sehingga, pada akhirnya Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga (fed rate) 0,25%-0,50% setelah sejak 2013 isu kenaikan Fed Rate mencuat dan menimbulkan ketidakpastian pasar.

"Tapi ini enggak pengaruh besar ke kita. Terus jadi apa yang dilakukan Indonesia? Ya kita enggak apa-apa, karena memang betul kita sudah mem-price-in," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
7 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
7 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
8 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
8 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
9 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
9 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved