Realisasi Belanja Negara 2015 Rp1.810 Triliun

Minggu, 03 Januari 2016 - 20:37 WIB
Realisasi Belanja Negara...
Realisasi Belanja Negara 2015 Rp1.810 Triliun
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan merilis realisasi belanja negara sementara pada 2015 sebesar Rp1.810,0 triliun atau 91,2% dari pagu Anggaran Pendapatan Negara Belanja Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp1.984,1 triliun. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro..

"Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.187,1 triliun atau 90,0% dari pagu APBNP 2015 sebesar Rp1.319,5 triliun. Sementara kinerja belanja kementerian dan lembaga mencapai 91,1% dari pagu APBNP2015," katanya, seperti dalam rilis di Jakarta, Minggu (3/1/2016).

Dia menuturkan, tingkat penyerapan belanja K/L tersebut dipengaruhi terutama oleh terhambatnya penyerapan di awal tahun akibat perubahan nomenklatur K/L, namun realisasi mulai meningkat secara signifikan sejak kuartal III/2015. (Baca: Realisasi Pendapatan Negara 84,7%)

Di sisi lain, lanjut Bambang, kualitas belanja dapat dijaga melalui pengendalian revisi anggaran yang memprioritaskan program yang lebih produktif. Secara keseluruhan, realisasi belanja K/L mencapai Rp724,3 triliun.

"Khusus realisasi belanja modal mencapai Rp213,3 triliun, tumbuh sekitar 45% dibanding realisasi 2014. Sementara realisasi belanja barang secara nominal juga lebih tinggi dari 2014," jelasnya.

Mantan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ini menerangkan, kinerja belanja non K/L mencapai 88,3% dari pagu APBNP 2015. "Reformasi kebijakan subsidi di periode tersebut dengan mengubah strategi implementasi sasaran dan target, sehingga mampu menekan konsusi BBM bersubsidi menjadi lebih efisien, yang pada akhirnya mampu mengurangi tekanan fiskal," ujarnya.

Untuk anggaran transfer ke daerah dan dana desa, lanjut dia, realisasinya sementara ini mencapai Rp623 triliun atau sebesar 93,7% dari pagu anggaran dalam APBNP 2015 sebesar Rp664,6 triliun. Anggaran dana desa yang mulai dialokasikan pada 2015 ini sebesar Rp20,8 triliun, hingga akhir Desember 2015 telah disalurkan seluruhnya.

"Penyaluran dana desa ini diharapkan lebih mengakselarasi aktivitas ekonomi di daerah dan mendukung pemerataan pembangunan. Program ini akan terus dilanjutkan, dalam rangka mencapai target pembangunan dan sasaran pembangunan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Ekonom Indef Sebut RAPBN...
Ekonom Indef Sebut RAPBN 2021 Aneh dan Tidak Kokoh, Kok?
Sah! RAPBN 2023 Jadi...
Sah! RAPBN 2023 Jadi Undang-undang: Belanja Negara Tembus Rp3.000 Triliun
Belanja Rp2.747 Triliun...
Belanja Rp2.747 Triliun Jadi Senjata Sri Mulyani Kerek Pertumbuhan Ekonomi
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
APBN 2026 Disetujui...
APBN 2026 Disetujui DPR, Belanja Negara Tembus Rp3.842,72 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved