Wall Street Merosot Tajam di Awal Tahun

Selasa, 05 Januari 2016 - 08:43 WIB
Wall Street Merosot...
Wall Street Merosot Tajam di Awal Tahun
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street di awal tahun 2016 ditutup merosot tajam kemarin waktu setempat, ketika indeks Dow Jones menandai permulaan tahun baru dengan kondisi terburuk sejak 2008, silam. Pelemahan data ekonomi China diyakini menjadi penyebabnya, meski indeks sempat sedikit pulih di akhir sesi perdagangan.

Pada awal pekan ini, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 467 poin dan menuju posisi terburuk. Menyusutnya saham-saham perusahaan di China, membuat investor cemas mata uang yuan bakal terus tertekan.

"Ada kekacauan hingga menimbulkan efek negatif dan faktanya Fed akan kembali melakukan pengetatan. Investor masih terus berharap dapat terjadi pemulihan di awal-awal tahun," jelas Kepala Pasar Strategis JonesTrading, Michael O'Rourke di Greenwich, Connecticut seperti dilansir Reuters, Selasa (5/1/2016).

NASDAQ juga mengalami pelemahan ketika saham Amazon (AMZN.O) turun 5,8% di posisi USD636.99, sementara indeks Nasdaq biotek juga melemah 3,2%. Rinciannya Dow Jones Industrial Average ditutup turun 276.09 poin, atau 1,58% ke level 17.148,94.

Sementara S & P 500 kehilangan 31.28 poin atau 1,53% ke posisi 2.012,66 dan komposit Nasdaq turun 104.32 poin atau 2,08% menjadi 4.903,09. Kondisi ini sedikit banyak dipengaruhi harga minyak mentah yang menyusut sedikit ketika konflik di Timur Tengah antara Arab Saudi dan Iran semakin memanas, namun harga minyak jenis Brent menanjak naik tipis dari sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
7 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
7 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
8 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved