BUMN Minta Diberi Kesempatan Serap Saham Freeport
Jum'at, 08 Januari 2016 - 16:38 WIB
BUMN Minta Diberi Kesempatan Serap Saham Freeport
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan pelat merah untuk menyerap saham PT Freeport Indonesia yang didivestasikan. Sejauh ini ada dua perusahaan pelat merah yang didorong untuk menyerapnya, yakni PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Indonesia Asahan Aluminium.
Dia menambahkan keinginannya agar BUMN dapat menyerap saham Freeport karena potensi tambang perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut sangatlah besar. Sehingga menurutnya akan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan.
"Divestasi freepot ini sehubungan dengan perjanjian dengan peemerintah. Kami dari BUMN melihat potensi tambang freeport ini sangat besar. Kami juga minta kalau ada divestasi, kami dari pihak BUMN diberikan kesempatan juga untuk bisa membeli saham yang akan didivestasikan," jelasnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Saat ini, Dia juga mengaku pihaknya tengah melakukan evaluasi dan kajian terkait rencana menyerap saham Freeport tersebut. Terlebih, harga komoditas kini tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan. (Baca Juga: Antam Serap Saham Freeport, Rini Tunjuk Dua Sekuritas)
"Tapi memang tidak terlepas nilai, tapi itu semua tergantung. Sekarang nilai copper turun cukup besar. Kalau tidak salah terendah setelah 2009. Analisa evaluasi masih kita lakukan. Nanti tim ini yang akan melakukan," tandasnya.
Dia menambahkan keinginannya agar BUMN dapat menyerap saham Freeport karena potensi tambang perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut sangatlah besar. Sehingga menurutnya akan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan.
"Divestasi freepot ini sehubungan dengan perjanjian dengan peemerintah. Kami dari BUMN melihat potensi tambang freeport ini sangat besar. Kami juga minta kalau ada divestasi, kami dari pihak BUMN diberikan kesempatan juga untuk bisa membeli saham yang akan didivestasikan," jelasnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Saat ini, Dia juga mengaku pihaknya tengah melakukan evaluasi dan kajian terkait rencana menyerap saham Freeport tersebut. Terlebih, harga komoditas kini tengah mengalami penurunan yang cukup signifikan. (Baca Juga: Antam Serap Saham Freeport, Rini Tunjuk Dua Sekuritas)
"Tapi memang tidak terlepas nilai, tapi itu semua tergantung. Sekarang nilai copper turun cukup besar. Kalau tidak salah terendah setelah 2009. Analisa evaluasi masih kita lakukan. Nanti tim ini yang akan melakukan," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :