Menperin: Kerja Sama Perdagangan Bebas RI-Jepang Merugikan

Rabu, 13 Januari 2016 - 15:13 WIB
Menperin: Kerja Sama...
Menperin: Kerja Sama Perdagangan Bebas RI-Jepang Merugikan
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengemukakan bahwa saat ini pemerintah tengah mereview perjanjian kerja sama perdagangan bebas Indonesia-Jepang (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement/IJEPA). Pasalnya sejak ditandatangani pada Agustus 2007, Dia menerangkan Indonesia justru dirugikan dengan kerja sama tersebut.

Menurutnya, kedua negara perlu duduk bersama agar kerja sama tersebut saling menguntungkan. Terlebih, IJEPA seharusnya telah dikaji ulang sejak 2013 lalu. Namun hingga kini belum dilakukan.

"‎Tentu perlu duduk bersama lagi agar kerja sama ini saling menguntungkan. Jangan yang mendapat keuntungan hanya pihak Jepang saja. Ini yang tentu harus di review. Dan IJEPA pada 2013 seharusnya sudah di review secara keseluruhan tapi kenyataannya sampai sekarang belum terjadi," jelasnya di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

(Baca Juga: Soal Pasar Bebas, BKPM Tolak Pengaduan Langsung ke Arbitrase)

Dia mengungkapkan, selama ini produk makanan dan minuman dari Tanah Air masih sulit untuk masuk ke Jepang. Hal tersebut berbanding terbalik dengan produk makanan dan minuman Jepang yang bebas dan dengan mudah melenggang masuk ke Indonesia.

Padahal, sambung politisi Partai Hanura ini, produk makanan dan minuman Indonesia sudah memiliki kualitas internasional dan layak masuk ke Negeri Sakura tersebut. Untuk itu, perlu rembuk bersama agar kedua belah pihak bisa mendapatkan keuntungan.

"Kita bagaimana juga ingin agar barang dan produk RI terutama makanan minuman bisa masuk ke Jepang. Diketahui produk-produk kita selama ini sulit masuk ke Jepang. Mereka tentu menjaga produk sendiri sehingga produk kita susah masuk, ini seharusnya equal mereka bisa masuk kita begitupin kita bisa masuk ke mereka," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama RI-Jerman...
Kerja Sama RI-Jerman Ibarat Si Kembar Nakula-Sadewa
Kemenperin Pacu Ekspor...
Kemenperin Pacu Ekspor Produk Industri dengan Jurus 'Seribu Perdagangan Bebas'
Wamenperin dan Menteri...
Wamenperin dan Menteri Rusia Sepakat Perkuat Kerja Sama Industri Strategis
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Dorong Ekspor Nasional,...
Dorong Ekspor Nasional, LPEI Jalin Kerja Sama dengan Kementerian Perdagangan
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved