Wall Street Merosot Tajam Terimbas Penurunan Saham Energi

Kamis, 14 Januari 2016 - 08:11 WIB
Wall Street Merosot...
Wall Street Merosot Tajam Terimbas Penurunan Saham Energi
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin waktu setempat ditutup makin merosot ketika indeks S & P 500 menyentuh level di bawah 1.900 untuk pertama kalinya sejak September. Pelemahan ini terjadi imbas kekhawatiran investor terhadap jatuhnya saham energi, serta penurunan pendapatan perusahaan AS dan kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Dilansir Reuters, Kamis (14/1/2016) dari sepuluh sektor di indeks S & P 500 semuanya berakhir pada zona merah, dipimpin kejatuhan sektor konsumen, kesehatan dan diikuti saham teknologi. Sementara ketiga indeks S&P 500, Nasdaq dan Dow Jones berada di wilayah koreksi ketika S&P menyusut 11,3% atau lebih rendah dari bulan Mei 2015 lalu.

Perdagangan saham AS sempat naik saat sesi pembukaan, tapi sentimen negatif berbalik ketika harga minyak terus turun hingga di bawah USD30 per barel. Meningkatnya stok minyak Amerikat Serikat memicu ketakutan tentang permintaan yang diyakini cenderung stagnan.

"Kami sudah dalam kondisi waspada karena pasar menunjukkan ketidakmampuan untuk reli saat para investor ketakutan," jelas Direktur Ekuitas Wedbush Securities, Michael James di Los Angeles.

Penurunan saham AS sempat berakhir saat indeks S & P 500 dua hari rebound dan dilanjutkan turun curam yang dimulai sejak awal tahun di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di Cina dan pertumbuhan global. Pada penutupan tercatat indeks Dow Jones industrial ditutup jatuh 364,81 poin atau 2,21% ke level 16.151,41 didorong oleh kecemasan tentang risiko pelemahan harga minyak.

Sementara indeks S&P 500 menyusut 48,4 poin atau 2,5% menjadi 1.890,28 dan Nasdaq juga anjlok 3159,85 poin atau 3.41% ke level 4.526,07. "Semua orang cemas tentang kesehatan perekonomian. Para analis tidak yakin kondisi akan membaik dalam waktu dekat," jelas Direktur Divisi O'Neil Securities, Ken Polcari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
52 menit yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
2 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
3 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
5 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
6 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
7 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved