Menteri Rini Ngebet BUMN Serap Saham Freeport 30%
Jum'at, 15 Januari 2016 - 13:41 WIB
Menteri Rini Ngebet BUMN Serap Saham Freeport 30%
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berambisi agar perusahaan pelat merah memiliki saham di PT Freeport Indonesia hingga 30%. Adapun BUMN yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).
Dia menerangkan pihaknya berkeinginan agar BUMN dapat seoptimal mungkin menyerap saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Apalagi, Freeport diketahui merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia.
"Kalau kita bisa punya saham lebih dari 20% atau bisa sampai 30% tentu akan lebih baik," katanya di Auditorium Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Menurutnya sambung mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini, jika perusahaan negara memiliki saham yang optimal di raksasa tambang tersebut, maka nantinya akan menguntungkan bagi masyarakat Indonesia secara umum.
"Karena itu apabila dengan BUMN, maka akan memberikan kembali juga kepada rakyat. Bahwa bangsa Indonesia juga bisa memiliki saham lebih besar di sana (Freeport)," sambungnya.
(Baca Juga: Freeport Tawarkan Saham Rp23,5 Triliun ke Pemerintah)
Sementara itu diakuinya hingga saat ini pihaknya belum berkomuniksi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait keinginannya tersebut. Pihaknya pun tengah menganalisa kemampuan BUMN untuk menyerap saham Freeport.
"Ini memang belum berkomunikasi dengan Kementerian ESDM, kita juga menganalisa sendiri secara nilai apakah mampu atau tidak. Kalau dilihat dari kemampuan BUMN saya rasa kita mampu," tandasnya.
Dia menerangkan pihaknya berkeinginan agar BUMN dapat seoptimal mungkin menyerap saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Apalagi, Freeport diketahui merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia.
"Kalau kita bisa punya saham lebih dari 20% atau bisa sampai 30% tentu akan lebih baik," katanya di Auditorium Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Menurutnya sambung mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini, jika perusahaan negara memiliki saham yang optimal di raksasa tambang tersebut, maka nantinya akan menguntungkan bagi masyarakat Indonesia secara umum.
"Karena itu apabila dengan BUMN, maka akan memberikan kembali juga kepada rakyat. Bahwa bangsa Indonesia juga bisa memiliki saham lebih besar di sana (Freeport)," sambungnya.
(Baca Juga: Freeport Tawarkan Saham Rp23,5 Triliun ke Pemerintah)
Sementara itu diakuinya hingga saat ini pihaknya belum berkomuniksi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait keinginannya tersebut. Pihaknya pun tengah menganalisa kemampuan BUMN untuk menyerap saham Freeport.
"Ini memang belum berkomunikasi dengan Kementerian ESDM, kita juga menganalisa sendiri secara nilai apakah mampu atau tidak. Kalau dilihat dari kemampuan BUMN saya rasa kita mampu," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :