Mendag Lembong Sebut Ekonomi China Sedang Naik Kelas

Senin, 18 Januari 2016 - 14:48 WIB
Mendag Lembong Sebut...
Mendag Lembong Sebut Ekonomi China Sedang Naik Kelas
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong menilai, perkembangan ekonomi China saat ini sedang naik kelas. Pemerintah negeri tirai bambu tersebut sedang melakukan transformasi perekonomiannya, untuk lebih menjadi pemain utama dalam perekonomian global.

"Saat ini ekonomi China, pemerintahnya sedang melakukan transformasi ekonomi supaya mereka bisa menjadi pemain utama. Mereka sekarang naik kelas," kata dia di Kantornya, Jakarta, Senin (18/1/2016).

Saat ini, kata Lembong, perekonomian China telah tumbuh sekitar USD10 miliar. Karena pertumbuhannya tersebut, China bisa memperoleh pendapatan perkapita sebesra USD7 ribu sampai USD8 ribu.

"China itu sekarang telah tumbuh ekonominya USD10 miliar per tahun atau sekitar USD7.000-USD8.000 ribu per kapita, mereka harus naik kelas terus sekarang ini. Karena industri barang dan jasa semakin canggih dan gaji buruh semakin mahal," kata Mendag.

Patut diketahui, negeri tirai bambu tersebut kini tercatat sebagai negara manufaktur terbesar di dunia. Upah di buruh di negara ini dinilai masih rendah dengan keterampilan yang tinggi dan menghasilkan barang-barang berkualitas dan setara dengan produk negara maju tapi harga jauh lebih murah.

Atas kondisi tersebut, hebatnya barang-barang buatan China membanjiri dunia bahkan ada disekitaran hidup manusia mulai dari elektronik, peralatan rumah tangga, tekstil, hingga automotif.

"Nah sekarang ini, banyak pabrik China yang pindah ke Indonesia, Malaysia dan Vietnam, untuk cari upah yang lebih murah lagi," ujaranya.

Menurutnya, perpindahan ini akan membawa dampak persaingan sendiri dalam dunia industri dan perdagangan di Indonesia. Di mana Indonesia akan semakin banyak saingan, ditambah lagi pabrik China di Indonesia.

"Kita harus bisa bersaing untuk merebut pabrik-pabrik dari perpindahan china. Kita harus menyesuaikan diri kepada Asia Timur dan transpormasi China mereka tak lagi menggunakan komoditas dalam jumlah besar dan mereka lebih ke kita dan kita mau pindah dari konsumsi ke produksi ke konsumsi ke investasi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Lewat Sektor Perdagangan,...
Lewat Sektor Perdagangan, Kemendag Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Tiga Jurus Kemendag...
Tiga Jurus Kemendag Masifkan Ekonomi Digital
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved