Jokowi Didesak Bentuk Badan Penyelamat Aset Negara

Rabu, 20 Januari 2016 - 16:42 WIB
Jokowi Didesak Bentuk...
Jokowi Didesak Bentuk Badan Penyelamat Aset Negara
A A A
JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Badan Penyelamat Aset Negara karena diperkirakaan ada ratusan triliun aset tanah Pemda (pemerintah daerah) DKI Jakarta, Sekretariat Negara (Setneg) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berpotensi hilang dan dimiliki swasta.

"Jokowi perlu menyelamatkan aset negara secara nasional dengan membentuk Badan Penyelamatan Aset Nasional," kata Manager Advokasi FITRA Apung Widadi di Jakata, Rabu (20/1/2016).

Dia menambahkan kalahnya negara dalam memepertahankan aset dari swasta karena tidak adanya inventarisasi yang baik serta diduga terdapat oknum bermain untuk mencari keuntungan. "Kerja sama penyewaan aset diduga menjadi permainan antara elit dengan pengusaha yang berdampak pada minimnya pendapatan negara," lanjutnya.

(Baca Juga: Tepis Keraguan, Jokowi Banggakan Penerimaan Negara)

Selain itu, Fitra juga menghimbau agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menindaklanjuti temuan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait permasalahan pengelolaan aset tetap tanah. Pasalnya pada semester I/2014 terdapat 35 bidang tanah Pemprov DKI senilai Rp7,976 triliun.

Namun, 11 tanah di antaranya senilai Rp259,05 miliar telah digugat oleh pihak ketiga dan Pemprov DKI dinyatakan kalah. "Gubernur Basuki perlu menindaklanjuti temuan KPK dan BPK untuk menyelamatkan aset itu," tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Sucipto menjelaskan adanya indikasi kerugian negara akibat hilangnya aset negara sekitar Rp1,2 triliun setiap tahunnya yang berasal diantaranya dari aset BUMN dan Pemda yang hilang.

"Setiap tahunnya ada kerugian negara dari kehilangan aset negara sebesar Rp1,2 triliun. Itu minimal, kalau dilakukan investigasi mendalam kerugian bisa sampai Rp5 triliun," ungkapnya.

Pemerintah ditekankan terutama Presiden Jokowi agar mendorong BUMN dan Pemda untuk melakukan inventarisir aset negara sehingga potensi kerugian negara bisa di minimalisir. "Kalau ada investarisasir, minimal akan memberikan kontribusi ke negara. Paling tidak itu bisa mengurangi defisit," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pendapatan Negara Tumbuh...
Pendapatan Negara Tumbuh Positif di Tahun 2024
Pendapatan Negara Capai...
Pendapatan Negara Capai Rp810,5 Triliun
BKI Dukung Indonesia...
BKI Dukung Indonesia Jadi Negara Berpendapatan Tinggi di 2045
10 Negara Terkaya di...
10 Negara Terkaya di Afrika Menurut PDB Per Kapita pada 2023
Profesor Ini Sebut Kontribusi...
Profesor Ini Sebut Kontribusi Industri Rokok ke Pendapatan Negara Itu Kecil
Pendapatan Negara Diproyeksikan...
Pendapatan Negara Diproyeksikan Capai Rp2.463 Triliun di 2023
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
7 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
7 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
8 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
8 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
8 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved