Menteri BUMN Dinilai Aneh Urusi Proyek Kereta Cepat

Jum'at, 22 Januari 2016 - 16:23 WIB
Menteri BUMN Dinilai...
Menteri BUMN Dinilai Aneh Urusi Proyek Kereta Cepat
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengkritik proyek kereta cepat (high speed train/HST) rute Jakarta-Bandung, yang merupakan proyek business to business (B to B) antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) denga‎n China.

Dia mempertanyakan alasan Menteri BUMN Rini Soemarno ikut campur dalam proyek transportasi massal yang seharusnya menjadi kewenangan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Menurutnya Rini seakan bergerak sendiri menyepakati proyek infrastruktur prestisius itu tanpa melibatkan kementerian teknis, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

"Ini hubungannya apa, bagaimana dulu dealnya. Kok bukan Pak Jonan. Kenapa yang mengurus kereta api tidak diajak. Mengapa yang ngurusin kereta api Menteri BUMN. Ada keanehan-keanehan yang harus disingkap," katanya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (22/1/2016).

(Baca Juga: Soal Kereta Cepat, Jokowi Jangan Terjerumus Masukan Menteri)

Apalagi, sambung mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, perusahaan pelat merah yang didaulat untuk menjadi ketua konsorsium proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini adalah PT Wijaya Karya (Persero). Menurutnya WIKA adalah BUMN konstruksi yang tugasnya membangun rel kereta api, bukan justru membangun kereta apinya.

"Ini WIKA urusannya konstruksi membangun rel kereta bukan ikut join usaha kereta cepat. Kalau join usaha kereta cepat, kasih PT KAI logikanya seperti itu. Sekarang ini makin aneh BUMN kita. BUMN kok bikin hotel. Rakyat kecil seharusnya bisa bikin hotel," tegasnya.

Tak hanya itu, Dia juga menyindir proyek ini yang seolah-olah tidak dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun, pemerintah membiayai BUMN tersebut lewat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Saya tidak suka kalau akal-akalan seperti ini (suntik BUMN dengan PMN). Jadi perlu dipertanyakan reputasi Rini Soemarno. Kalau saya lihat ini pengaruh dari Rini Soemarno semakin besar. Saya melihat ini mata rantai bukan dari ini saja, tapi dari berbagai macam. Sumber masalahnya ada salah informasi sehingga presiden memutuskan itu dengan info kurang akurat‎," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Thohir Ganti Slogan...
Erick Thohir Ganti Slogan BUMN Warisan Rini Soemarno
Erick Thohir Kumpulin...
Erick Thohir Kumpulin Mantan Menteri BUMN dari Tanri Abeng hingga Rini Soemarno, Ada Apa ?
Erick Thohir Ungkap...
Erick Thohir Ungkap Alasan Tak Depak Bos BUMN Pilihan Rini Soemarno
Terungkap! Program Restrukturisasi...
Terungkap! Program Restrukturisasi BUMN dari Zaman Rini Soemarno hingga Erick Thohir
Ibu Rini Aja Butuh 5...
Ibu Rini Aja Butuh 5 Tahun, Era Erick Lebih Cepat Soal Subholding BUMN
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Berdebat Panas Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Perkaranya
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Jelang Lebaran 2024,...
Jelang Lebaran 2024, Kereta Cepat Whoosh Terapkan Tarif Dinamis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved