Pajak Sapi Impor Bikin Harga Daging di Daerah Ini Naik

Sabtu, 23 Januari 2016 - 13:27 WIB
Pajak Sapi Impor Bikin...
Pajak Sapi Impor Bikin Harga Daging di Daerah Ini Naik
A A A
BANTUL - Harga daging sapi di Bantul mulai merangkak naik dibanding sebelumnya. Hal ini ditengarai banyak daging sapi yang dihasilkan pedagang di wilayah ini lari keluar daerah menyusul pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) 10% terhadap daging sapi.

Kepala Seksi (Kasie) Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Zanita Sri Andanawati mengungkapkan, dalam pantauan yang dilakukannya kemarin, harga daging sapi mulai merangkak naik.

Namun, kenaikannya normal karena hanya naik tipis dari Rp110.000 per kilogram (kg) ke Rp112.000 per kg. Pihaknya masih belum begitu merisaukan kenaikan harga daging sapi tersebut. "Masih naik tipis, dan itu wajar," ujarnya di Bantul, kemarin.

Namun, dia mulai mengkhawatirkan kemungkinan larinya daging sapi asal Bantul ke luar daerah, terutama ke Jakarta. Sebab, dia menduga saat ini harga daging sapi di Jakarta naik signifikan karena isu penerapan PPN 10% pada komoditas ini.

Atas dasar itu, stok daging sapi di Jakarta mulai menipis dan pengusaha banyak yang mencari ke luar Jakarta, seperti ke Bantul. Jika hal tersebut terus terjadi, maka kemungkinan besar harga daging sapi di Bantul akan terus merangkak naik.

Sebenarnya, kata dia, para pengusaha daging sapi di wilayah Segoroyoso mampu memenuhi berapapun kebutuhan daging sapi di Kabupaten Bantul. Namun, jika terus-terusan diambil ke luar daerah, maka harga daging sapi di Bantul akan mengalami pengurangan. "Karena stok berkurang, maka harga bisa naik," ucapnya.

Masyarakat dan pengusaha seharusnya tidak perlu panik dengan penerapan PPN terhadap daging sapi ini. Karena penerapan PPN 10% berlaku bagi pengusaha yang memiliki omzet Rp4,8 miliar.

Pengusaha yang mampu meraih omzet Rp4,8 miliar tersebut hanya pengusaha dari luar negeri melalui penanaman modal asing (PMA). Dan di Bantul, tidak ada pengusaha daging sapi yang omzetnya hingga miliaran rupiah.

Selain itu, pengusaha daging sapi di Bantul termasuk pengusaha lokal yang terlebih dahulu memelihara sapi ketika akan disembelih. Sementara yang dikenai pajak adalah pengusaha yang mendatangkan sapi untuk langsung dipotong tanpa melalui proses penggemukan terlebih dahulu.

Dan tidak dikenakan kepada pengusaha yang mendatangkan sapi bakalan untuk dipelihara selama beberapa tahun sebelum disembelih. "Jadi sebenarnya pengusaha di sini tidak perlu resah," tegas Zanita.

Ketua Paguyuban Pengusaha Daging Sapi Segoroyoso (PPDS) Pleret Bantul IIham Ahmadi mengatakan, selain resah dengan isu penerapan PPN 10%, kini para pengusaha daging sapi juga menghadapi menipisnya stok sapi siap potong di wilayah ini.

Namun, pihaknya memang belum berencana menaikkan harga jual daging sapi. Kemungkinan besar kenaikan tersebut karena mekanisme pasar tradisional yang ikut-ikutan naik seperti wilayah lain.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gawat! Produksi Daging...
Gawat! Produksi Daging Sapi Tidak Cukup Memenuhi Kebutuhan Nasional
Didorong Pusat Bantu...
Didorong Pusat Bantu Pasokan Daging Sapi, Peternak Kobar Diminta Tingkatkan Inovasi
Penyakit Mulut dan Kuku...
Penyakit Mulut dan Kuku serta UU Peternakan
DPR Dukung Rencana Erick...
DPR Dukung Rencana Erick Thohir Beli Peternakan Sapi di Belgia
Ini Alasan Daging Sapi...
Ini Alasan Daging Sapi Australia Memiliki Kualitas Terbaik
Erick Thohir Incar Peternakan...
Erick Thohir Incar Peternakan Sapi di Belgia
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
16 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
28 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
42 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
53 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved