ADPI Kapok Investasi Obligasi di Perusahaan Kecil

Senin, 25 Januari 2016 - 21:33 WIB
ADPI Kapok Investasi...
ADPI Kapok Investasi Obligasi di Perusahaan Kecil
A A A
JAKARTA - Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) kapok melakukan investasi obligasi di perusahaan kecil, karena ujung-ujungnya mereka tertipu. Ini menyangkut kekecewaan mereka atas kasus PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) yang tidak bisa membayar utang obligasi.

Ketua Umum ADPI sekaligus Direktur Utama Dapen BRI Mudjiharno Sudjono mengaku, kejadian tersebut menjadi pengalaman pahit yang menjadi cerminan bahwa ke depannya tidak boleh terulang. Dalam mengurus dana pensiun (dapen) harus lebih berhati-hati.

"Kita punya pengalaman buruk sekali, berkaitan dengan obligasi BLTA. Kedepannya harus super hati-hati, sebaiknya yang pasti-pasti saja investasi diobligasi seperti di BUMN atau yang prospeknya bagus sekali," katanya di Royal Kuningan Hotel Jakarta, Senin (25/1/2016).

BLTA ini menurut catatan ADPI, sejak BLTA menerbitkan empat seri surat utang dengan total kewajiban yang harus dibayar Rp1,4 triliun.

"Karena kasus BLTA ada 39 dapen dengan 140 miliar pemegang obligasi BLTA. Akhirnya kita kalah dalam RUPO (Rapat Umum Pemegang Obligasi) 96% obligasi didiskon, terus 4% di konversi jadi Saham," tuturnya.

Mudjiharno mengatakan, jika perhitungannya demikian, pihaknya tidak terima dengan kortingan nilai obligasi hingga 96% tersebut. Selain itu pihaknya juga tidak terima pembayaran obligasi dengan konversi menjadi kepemilikan saham.

"Ya kita enggak mau lah, ini duitnya pensiunan. Kita sedang cari upaya-upaya bagaimana kira-kira posisi kita bisa bagus khususnya dikasus obligasi BLTA ini," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survei Sun Life Indonesia:...
Survei Sun Life Indonesia: Kesenjangan Pensiun di Indonesia, Antara Pilihan dan Kewajiban
PosIND dan Kopnus Luncurkan...
PosIND dan Kopnus Luncurkan Program Digitalisasi Pembayaran Dana Pensiun
IFG dan 10 Dapen BUMN...
IFG dan 10 Dapen BUMN Teken MoU Optimalisasi Pengelolaan Dana Pensiun
AXA Mandiri Kelola Lebih...
AXA Mandiri Kelola Lebih Rp15 Triliun Dana Pensiun di Semester I-2025
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
7 Dapen BUMN Bermasalah...
7 Dapen BUMN Bermasalah Kena Audit, Erick Thohir Sebut Dua Sudah Selesai
Berita Terkini
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 menit yang lalu
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
1 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
1 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
2 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved