Wall Street Menanjak Terdorong Harga Minyak Global
Rabu, 27 Januari 2016 - 10:10 WIB
Wall Street Menanjak Terdorong Harga Minyak Global
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street kemarin waktu setempat ditutup lebih tinggi diperkuat meningkatnya beberapa pendapatan perusahaan Amerika Serikat dan pulihnya harga minyak mentah dunia. Indeks Dow Jones industrial average tercatat naik 1,8% ke level 16,167, sementara S & P 500 juga membaik sebesar 1,4% menjadi 1877.08.
(Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis)
Sementara seperti dilansir BBC, Rabu (27/1/2016) Nasdaq naik 1,1% ke level 4567.67. Kenaikan saham AS dipengaruhi membaiknya harga minyak mentah global yang bertahan di kisaran USD30 per barel ketika ada sinyal dari OPEC dan produsen minyak non OPEC akan mengambil tindakan untuk mengatasi kelebihan pasokan.
"Ini adalah pasar skizofrenia terkadang naik atau bisa juga turun tajam. Arahnya tidak jelas. Kita perlu beberapa stabilitas harga minyak agar pasar dapat menenangkan diri dan menjadi kurang stabil," jelas Kepala Investasi Group Solaris, Tim Ghriskey.
Pertemuan Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) yang dimulai sejak kemarin diharapkan dapat mengeluarkan kebijakan positif. Meski begitu beberapa investor berharap tidak terjadi kembali perubahan suku bunga acuan, investor masih menganalisa untuk mengukur dampak gejolak pasar dari terakhir penetapan suku bunga oleh bank sentral.
Saham Apple tercatat cenderung mendarat di posisi USD99.30 pada triwulan pertama, namun telah jatuh ha,pi 14% selama tiga bulan di tengah kekhawatiran bahwa perusahaan berbasis di California itu tidak akan mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan penjualan.
Sementara Saham Asia dinilai gagal menarik dukungan lebih besar setelah Wall Street sempat membaik terdorong minyak mentah dunia Adapun Indeks Nikkei 225 tercatat pagi ini menguat 420,70 poin atau 2,52% ke level 17.129,60. Indeks Hang Seng juga naik tajam 237,77 poin atau 1,26% ke posisi 19.098,57 dan Indeks Straits Times mencatat pergerakan positif atau naik 18,47 poin atau 0,73% ke 2.564,08.
(Baca Juga: Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis)
Sementara seperti dilansir BBC, Rabu (27/1/2016) Nasdaq naik 1,1% ke level 4567.67. Kenaikan saham AS dipengaruhi membaiknya harga minyak mentah global yang bertahan di kisaran USD30 per barel ketika ada sinyal dari OPEC dan produsen minyak non OPEC akan mengambil tindakan untuk mengatasi kelebihan pasokan.
"Ini adalah pasar skizofrenia terkadang naik atau bisa juga turun tajam. Arahnya tidak jelas. Kita perlu beberapa stabilitas harga minyak agar pasar dapat menenangkan diri dan menjadi kurang stabil," jelas Kepala Investasi Group Solaris, Tim Ghriskey.
Pertemuan Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) yang dimulai sejak kemarin diharapkan dapat mengeluarkan kebijakan positif. Meski begitu beberapa investor berharap tidak terjadi kembali perubahan suku bunga acuan, investor masih menganalisa untuk mengukur dampak gejolak pasar dari terakhir penetapan suku bunga oleh bank sentral.
Saham Apple tercatat cenderung mendarat di posisi USD99.30 pada triwulan pertama, namun telah jatuh ha,pi 14% selama tiga bulan di tengah kekhawatiran bahwa perusahaan berbasis di California itu tidak akan mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan penjualan.
Sementara Saham Asia dinilai gagal menarik dukungan lebih besar setelah Wall Street sempat membaik terdorong minyak mentah dunia Adapun Indeks Nikkei 225 tercatat pagi ini menguat 420,70 poin atau 2,52% ke level 17.129,60. Indeks Hang Seng juga naik tajam 237,77 poin atau 1,26% ke posisi 19.098,57 dan Indeks Straits Times mencatat pergerakan positif atau naik 18,47 poin atau 0,73% ke 2.564,08.
(akr)
Lihat Juga :