The Fed Tak Ubah Suku Bunga AS, Pasar Saham Waspada
Kamis, 28 Januari 2016 - 09:08 WIB
The Fed Tak Ubah Suku Bunga AS, Pasar Saham Waspada
A
A
A
NEW YORK - The Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) mengambil keputusan mempertahankan suku acuannya kemarin waktu setempat, setelah sebelumnya melakukan pertemuan selama dua hari. Keputusan ini diambil karena dari pemantauan, ekonomi AS tercatat melambat akhir tahun lalu begitu pun dengan perkembangan sektor keuangan global.
Dilansir Reuters, Kamis (28/1/2016) keputusan tetap menjaga Fed rate diharapkan dapat meredakan kekhawatiran terhadap gejolak pasar global dan pertumbuhan yang lamban dan menaikkan ekonomi Negeri berjuluk Paman Sam tersebut. Pembuat kebijakan memperkirakan ekonomi masih berada di jalur kritis dan inflasi diprediksi masih akan melemah.
"Komitmen kami adalah tetap memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global dan menilai implikasinya bagi pasar tenaga kerja dan inflasi," bunyi pernyataan resmi the Fed setelah menggelar pertemuan dua hari.
Bank sentral masih memberikan peluang untuk kenaikan suku bunga pada Maret, sekalipun keyakinan pasar semakin tipis terhadap kemungkinan tersebut. Seperti diketahui pada Desember 2015 lalu, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 0,25-0,50 persen, setelah mempertahankan suku bunga mendekati nol selama tujuh tahun.
Setelah pernyataan The Fed, Wall Street tercatat melemah ketika indeks S&P 500 merosot lebih dari 1%. Berbagai saham bergerak mixed, sementara dolar Amerika Serikat (USD) kembali tertekan terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Dilansir Reuters, Kamis (28/1/2016) keputusan tetap menjaga Fed rate diharapkan dapat meredakan kekhawatiran terhadap gejolak pasar global dan pertumbuhan yang lamban dan menaikkan ekonomi Negeri berjuluk Paman Sam tersebut. Pembuat kebijakan memperkirakan ekonomi masih berada di jalur kritis dan inflasi diprediksi masih akan melemah.
"Komitmen kami adalah tetap memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global dan menilai implikasinya bagi pasar tenaga kerja dan inflasi," bunyi pernyataan resmi the Fed setelah menggelar pertemuan dua hari.
Bank sentral masih memberikan peluang untuk kenaikan suku bunga pada Maret, sekalipun keyakinan pasar semakin tipis terhadap kemungkinan tersebut. Seperti diketahui pada Desember 2015 lalu, The Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 0,25-0,50 persen, setelah mempertahankan suku bunga mendekati nol selama tujuh tahun.
Setelah pernyataan The Fed, Wall Street tercatat melemah ketika indeks S&P 500 merosot lebih dari 1%. Berbagai saham bergerak mixed, sementara dolar Amerika Serikat (USD) kembali tertekan terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
(akr)
Lihat Juga :