BI Didesak Kembali Turunkan Suku Bunga

Kamis, 28 Januari 2016 - 15:47 WIB
BI Didesak Kembali Turunkan...
BI Didesak Kembali Turunkan Suku Bunga
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta Bank Indonesia (BI) agar kembali menurunkan suku bunga acuan (BI Rate). Pasalnya, diprediksi The Fed akan kembali menaikan suku bunga AS, sehingga bisa berdampak pada perekonomian Indonesia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, sebenarnya sejauh ini Bank Indonesia masih memiliki ruang gerak yang luas untuk secara bertahap kembali menurunkan suku bunga.

"Karena kalau tidak segera diturunkan lagi, kemudian Fed Fund Rate kembali naik otomatis BI rate akan naik lagi. Nah kalau BI rate naik terus ini akan menghambat investasi," jelasnya di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Dia melanjutkan, kenaikan BI rate akan bisa mempengaruhi tingkat suku bunga perbankan. Apalagi, jika perbankan yang tidak memiliki likuiditas besar maka cenderung suku bunga bisa mahal. (Baca Juga: Tiga Indikator Makro Stabil, BI Rate Berpeluang Kembali Turun)

"Kalau bank sudah punya likuiditas yang banyak maka bank itu cenderung bisa rendah deposito dan kreditnya. Tapi kalau tidak punya likuditas yang banyak maka cenderung suku bunga bisa mahal. Oleh karena itu, mungkin turunnya BI rate sekitar 25 basis point secara bertahap perlu di inisiasi kembali," tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
2 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
2 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
3 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
4 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved