Pertumbuhan Uang Beredar Melambat

Minggu, 31 Januari 2016 - 23:01 WIB
Pertumbuhan Uang Beredar...
Pertumbuhan Uang Beredar Melambat
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2015 melambat menjadi sebesar Rp4.546,7 triliun, atau tumbuh 8,9% (yoy). Angka ini lebih lambat dibanding November 2015 yang tumbuh 9,2% (yoy).

Perlambatan terjadi terutama bersumber dari melambatnya pertumbuhan uang kuasi. Namun, perlambatan uang beredar tertahan oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) yang mengalami peningkatan pada Desember 2015.

Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Arbonas Hutabarat mengatakan, posisi uang kuasi pada akhir Desember 2015 tercatat sebesar Rp3.478,1 triliun tumbuh melambat dari 9,3% (yoy) pada November 2015 menjadi 8,4% (yoy) pada Desember 2015.

Perlambatan tersebut didorong oleh melambatnya pertumbuhan simpanan berjangka valas dan rupiah, tabungan valas dan giro valas. "Sementara posisi uang beredar sempit pada akhir Desember 2015 tercatat sebesar Rp1.055,3 triliun atau tumbuh meningkat menjadi 12,0% (yoy) dibanding bulan sebelumnya (10,0% yoy," ujar Arbonas di Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Dia menerangkan, peningkatan ditopang oleh kenaikan pertumbuhan uang kartal sebagai respons dari tingginya permintaan uang kartal masyarakat pada akhir tahun terkait libur Natal dan Tahun Baru.

Lebih lanjut dia menuturkan, perlambatan uang beredar luas dipengaruhi pula melambatnya tagihan bersih kepada pemerintah Pusat. Posisi tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tercatat sebesar Rp491,3 triliun, atau turun dibandingkan posisi per November 2015 sebesar Rp520,9 triliun. Secara tahunan, pertumbuhannya melambat dari 32,0% (yoy) pada November 2015 menjadi 17,9% (yoy) pada Desember 2015.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya simpanan Pemerintah di Bank Indonesia terkait penerbitan global bond sebesar USD3,5 juta yang dilakukan pemerintah dalam rangka prefunding APBN 2016. "Dana penerbitan global bond tersebut per akhir Desember 2015 masih tersimpan di bank sentral sebagai kewajiban kepada pemerintah pusat," papar dia.

Sementara itu, perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh stabil sebesar 8,0% (yoy). Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro dan tabungan yang secara keseluruhan meningkat, meskipun pertumbuhan simpanan berjangka melambat.

"Hal ini mengindikasikan terjadinya pergeseran dana simpanan masyarakat di perbankan dari yang sifatnya jangka menengah panjang kepada simpanan jangka pendek, di tengah kecenderungan kenaikan suku bunga simpanan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
23 menit yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
39 menit yang lalu
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
40 menit yang lalu
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
49 menit yang lalu
bank bjb Perkuat Literasi...
bank bjb Perkuat Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi Calon Pensiunan Kementerian Agama
1 jam yang lalu
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
2 jam yang lalu
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved