Hadapi MEA, Kereta Cepat Diklaim Transportasi Kebanggaan RI
Kamis, 04 Februari 2016 - 14:50 WIB
Hadapi MEA, Kereta Cepat Diklaim Transportasi Kebanggaan RI
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengklaim bahwa kereta api cepat Jakarta-Bandung merupakan infrastruktur transportasi berbasis kereta yang akan menjadi kebanggaan Indonesia, saat menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Padahal, proyek prestisius tersebut hingga saat ini masih kontroversial lantaran izinnya yang belum rampung.
Dia menambahkan mega proyek gagasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ini akan dikebut hingga akhir 2018, dan diperkirakan beroperasi pada awal 2019. (Baca Juga: Serikat Pekerja BUMN Sebut RI Tak Butuh Kereta Cepat)
"Kehadiran infrastruktur transportasi berbasis kereta ini akan menjadi sarana pengembangan sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Meski begitu, dia mengakui saat ini proses perizinan belum sepenuhnya rampung. Kendati demikian, ditegaskan bahwa aspek perizinan tetap merupakan prioritas penting yang harus diselesaikan perusahaan, agar KCIC dapat melanjutkan pembangunan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Setelah perizinan tuntas, pembangunan konstruksi akan dipercepat agar proyek dapat selesai sesuai dengan target waktu yang ditentukan," imbuh dia.
(Baca Juga: Kemenhub Minta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tahan 100 Tahun)
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 107 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung, secara keseluruhan jalur proyek kereta cepat ini berawal dari Halim hingga Tegal Luar, yang kurang lebih sepanjang 142 kilometer (km). Menurutnya sebagian besar lahan yang digunakan untuk proyek ini akan menggunakan jalur jalan tol dan lahan milik PT Perkebunan Nusantara VIII.
"Sesuai dengan izin trase dari Kementerian Perhubungan, jalur kereta cepat akan dimulai dari Halim Jakarta dan berakhir di Tegal Luar, Kabupaten Bandung yang akan berhenti di empat stasiun," tandasnya.
Dia menambahkan mega proyek gagasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ini akan dikebut hingga akhir 2018, dan diperkirakan beroperasi pada awal 2019. (Baca Juga: Serikat Pekerja BUMN Sebut RI Tak Butuh Kereta Cepat)
"Kehadiran infrastruktur transportasi berbasis kereta ini akan menjadi sarana pengembangan sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (4/2/2016).
Meski begitu, dia mengakui saat ini proses perizinan belum sepenuhnya rampung. Kendati demikian, ditegaskan bahwa aspek perizinan tetap merupakan prioritas penting yang harus diselesaikan perusahaan, agar KCIC dapat melanjutkan pembangunan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Setelah perizinan tuntas, pembangunan konstruksi akan dipercepat agar proyek dapat selesai sesuai dengan target waktu yang ditentukan," imbuh dia.
(Baca Juga: Kemenhub Minta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tahan 100 Tahun)
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 107 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung, secara keseluruhan jalur proyek kereta cepat ini berawal dari Halim hingga Tegal Luar, yang kurang lebih sepanjang 142 kilometer (km). Menurutnya sebagian besar lahan yang digunakan untuk proyek ini akan menggunakan jalur jalan tol dan lahan milik PT Perkebunan Nusantara VIII.
"Sesuai dengan izin trase dari Kementerian Perhubungan, jalur kereta cepat akan dimulai dari Halim Jakarta dan berakhir di Tegal Luar, Kabupaten Bandung yang akan berhenti di empat stasiun," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :