Wall Street Ditutup Tak Berdaya Terseret Saham Sektor Keuangan

Selasa, 09 Februari 2016 - 09:29 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Tak Berdaya Terseret Saham Sektor Keuangan
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin waktu setempat berakhir anjlok terimbas melemahnya pertumbuhan ekonomi global hingga membuat saham-saham sektor keuangan tertekan, meski saham energi sempat reli namun tidak mampu mengangkat posisi pasar saham AS di level terendah. Ketidakpastian apakah Federal Reserve (Bank Sentral AS) akan menaikkan atau tidak suku bunga tahun ini juga menyeret saham perbankan.

Dilansir Reuters, Selasa (9/2/2016) kondisi tersebut mendorong indeks keuangan S&P turun sebesar 2,6%. "Sikap investor diperkirakan memburuk terkait kemungkinan terjadinya krisis ekonomi secara global. Saya pikir apa yang terjadi di sektor keuangan mencerminkan hal itu," jelas Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery, Mark Luschini di Philadelphia.

Saham Morgan Stanley (MS.N) meluncur jatuh sebesar 6,9% untuk menjadi yang terburuk sejak November 2012, sementara saingan mereka yakni Goldman Sachs (GS.N) juga melemah 4,6%. Keduanya ditutup pada posisi terendah sejak tahun 2013. Sementara saham Facebook Inc (FB.O), Amazon.com Inc (AMZN. O) dan saham teknologi lain yang sempat jadi kekuatan pasar saham AS tahun lalu, kini juga mulai mengalami penurunan.

Aksi penjualan besar-besaran terjadi di akhir sesi hingga membuat indeks S&P sulit bangkit. Indeks Dow Jones industrial average tercatat merosot 177,92 poin atau 1,1% di posisi 16.027,05. Sedangkan Indeks S & P 500 kehilangan 26,61 poin atau 1,42% untuk mengakhiri awal pekan di level 1.853,44 dan komposit Nasdaq juga anjlok sebesar 79,39 poin atau 1,82% ke level 4.283,75.

Harga minyak mentah dunia juga tercatat mengalami penurunan mengiringi memburuknya outlook pertumbuhan global untuk membuat mayoritas saham turun tajam. Menambah keterpurukan, saham sektor teknologi yakni Cognizant (CTSH.O) tercatat juga turun 7,7% menjadi USD54.05 dengan perkiraan bakal terus tertekan. Amazon turun sebesar 2,8%, sementara Facebook anjlok 4,2%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
18 menit yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
2 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
2 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
3 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
6 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved