Indef Akui Revisi DNI Bisa Ancam Pelaku Usaha Lokal

Minggu, 14 Februari 2016 - 14:27 WIB
Indef Akui Revisi DNI...
Indef Akui Revisi DNI Bisa Ancam Pelaku Usaha Lokal
A A A
JAKARTA - Institute Development of Economic and Finance (Indef) mengakui revisi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal atau Daftar Negatif Investasi (DNI) bisa mengancam keberadaan pelaku usaha lokal.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati menuturkan, bagi para pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang usaha yang menitikberatkan kepada besaran modal pasti akan terlibas. Sebab, penanam modal asing (PMA) pasti memiliki modal yang besar.

"Kalau yang capital insentive tentu akan kalah (pelaku usaha lokal). Karena PMA memiliki modal cukup besar," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (13/2/2016).

Dia mengkhawatirkan, hal tersebut nantinya akan menyebabkan terjadinya integrasi vertikal, dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Investor asing akan menguasai pasar dari sektor hulu sampai hilir karena unggul dalam hal permodalan.

"Dia menguasai dari sektor hulu sampai hilir. Itu yang disebut kartel, karena bisa menduduki posisi seperti itu karena dominasi permodalan. Bisa menguasai pasar dari hulu sampai hilir," pungkasnya. (lly)

Baca juga:

Restoran Dibuka 100% Asing, Nasib Rumah Makan Padang Jadi Taruhan

35 Bidang Usaha Dibuka 100% untuk Asing

Ketua DPR: Paket Kebijakan Ekonomi Harus Sesuai Porsi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fraksi PKS Kritik Utang...
Fraksi PKS Kritik Utang Naik, Pajak Naik, Ekonomi Tumbuh Negatif
Kebijakan Investasi...
Kebijakan Investasi Jokowi Tingkatkan Geliat Ekonomi Masyarakat Daerah
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
Soal Kebijakan Investasi...
Soal Kebijakan Investasi RI, Hary Tanoesoedibjo Puji Menko Luhut
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
5 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved