Hindari Pengembang Nakal, Pemerintah Diminta Perketat Aturan

Senin, 15 Februari 2016 - 23:15 WIB
Hindari Pengembang Nakal,...
Hindari Pengembang Nakal, Pemerintah Diminta Perketat Aturan
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) meminta kepada pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) supaya bisa mengetatkan aturan untuk menghindari para pengembang nakal di Tanah Air.

Anggota Apersi, PT Kembar Intiland menyebutkan kebijakan tersebut dapat berupa aturan perpajakan, ketentuan Bank Indonesia dan perbankan. Menurutnya dengan adanya pengetatan aturan tersebut, maka pengembang properti nakal akan terlihat.

"Itu harus ada pengetatan kebijakan, jadi seperti mengayak begitu. Sebab jangankan pengembang nakal, kita saja yang punya program benar, konsumen kadang masih suka tidak yakin," ujar Direktur Utama Kembar Intiland, Fahrul Roji di Jakarta, Senin (15/2/2016).

Dia menambahkan pemerintah dapat membuat kebijakan yang secara langsung dapat menyaring pengembang nakal ke depannya. Sehingga, antara pengembangan yang benar dan nakal bisa terlihat jelas. "Seharusnya kebijakan pemerintah bisa mengayak pengembang yang benar-benar kelihatan nakal," sambungnya.

Di sisi lain, dia memberikan masukan kepada para calon konsumen agar tidak tertipu dengan pengembang nakal. Salah satunya tidak langsung termakan janji manis yang ditawarkan. "Benar-benar lihat pengembangnya, developer. Kalau janjinya besar tapi apa-apa belum dibangun, ekspos besar-besaran kalau saya jadikan dulu baru ekspos," pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus pengembang nakal kembali mencuat belakangan ini. Salah satunya terjadi di Sleman, Yogyakarta, melalui sejumlah proyeknya PT Majestic Land secara terang-terangan melakukan motif nakal.

Sementara Majestic Land memiliki lima proyek properti di Yogyakarta. Proyek tersebut meliputi Villa Wisata Kampung Jogja di Desa Krebet, Pajangan, Bantul, Best Western Majestic Condotel di Jalan Laskda Adistujipto, Majestic Banguntapan Residence di Tembi Bantul, dan Apartemen Majestic Grand Bale di Timoho, Yogyakarta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved