BI Ramal Harga Properti Meningkat di Triwulan I

Jum'at, 26 Februari 2016 - 23:32 WIB
BI Ramal Harga Properti...
BI Ramal Harga Properti Meningkat di Triwulan I
A A A
SEMARANG - Harga Properti di Jawa Tengah pada triwulan I 2016 diperkirakan masih akan meningkat melihat tingginya permintaan masyarakat ketika lahan hunian terbatas, serta tingginya harga bahan bangunan dan upah pekerja di sektor bangunan.

Deputi kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jateng Ananda Pulung mengatakan, pada triwulan I tahun ini Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) diperkirakan berada pada level 191,93.

Dia menerangkan bercermin pada triwulan IV tahun 2015, yang IHPR mencapai 190,90 atau naik 10,90% (yoy). Peningkatan indeks ini sejalan dengan beberapa indikator ekonomi seperti pergerakan IHK sub kelompok biaya tempat tinggal yang juga meningkat di triwulan IV-2015 sebesar 1,20% (yoy).

Dijelaskannya, pada Triwulan IV tahun 2015 peningkatan IHPR terjadi di seluruh tipe rumah, dengan kenaikan indeks terbesar terjadi pada rumah tipe kecil 27,23% (yoy), diikuti rumah tipe menengah dan besar masing-masing meningkat 3,89% (yoy) dan 2,63% (yoy). ”Pada Triwulan I tahun ini komposisinya juga tidak akan jauh beda, akan terus terjadi peningkatan,” jelasnya, Jumat (26/2/2016).

Menurutnya, kebijakan Bank Indonesia melakukan relaksasi loan to value (LTV) terhadap kredit properti pada pertengahan Juni 2015 mendorong pertumbuhan penjualan properti residensial di Jawa Tengah, khususnya rumah tipe menengah dan besar.

“Kondisi ini tercermin pada penjualan rumah tipe menengah dan besar pada triwulan IV-2015 yang meningkat sebesar 3,83% (qtq) dan 2,76% (qtq) dengan kualitas kredit KPR masih cukup terjaga baik sebagaimana tercermin dari tingkat non performing loan (NPL) yang relatif rendah 2,12%,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPR REI Jateng MR Prijanto mengaku, sampai saat ini belum ada kenaikan harga rumah di wilayah Jateng. Kalaupun ada kenaikan, masih cukup normal, dan tidak begitu dirasakan. “Kenaikan biasanya akan terjadi pada awal triwulan II, kalau sekarang belum begitu terasa dan masih banyak pengembang yang masih menggunakan harga lama,” katanya.

Dia berharap, kebijakan penurunan suku bunga yang diberlakukan Bank Indonesia memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan penjualan perumahan di Jateng. “Kami berharap, perbankan juga ikut menurunkan suku bunga KPR untuk meningkatkan minat masyarakat,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved