Dua Investor Australia Lirik Investasi di Kawasan Industri KLIK

Sabtu, 27 Februari 2016 - 18:59 WIB
Dua Investor Australia...
Dua Investor Australia Lirik Investasi di Kawasan Industri KLIK
A A A
JAKARTA - Langkah pemerintah menetapkan 14 kawasan sebagai kawasan industri yang dapat melakukan fasilitas Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) direspons positif oleh investor. Tercatat dua investor Australia di bidang fasilitas pelabuhan serta industri pengolahan makanan sudah melakukan penjajakan dengan salah satu kawasan industri KLIK yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani merespons positif minat aktif yang disampaikan oleh investor Australia yang juga telah memiliki perusahaan join venture di kawasan Sulawesi Selatan tersebut.

"Mereka ingin memiliki fasilitas kepelabuhanan di Pulau Jawa, oleh karena itu melakukan penjajakan dengan salah satu pengelola kawasan industri KLIK. BKPM melalui perwakilannya di Sydney maupun marketing officer untuk wilayah Australia akan mengawal minat tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media di Jakarta, Sabtu (27/2/2016).

Menurutnya, dengan adanya kemudahan layanan investasi langsung konstruksi, maka fasilitas tersebut akan membuat investor terkait dapat langsung melakukan proses konstruksi sekaligus secara pararel mengurus izin-izin yang diperlukan.

"Ini merupakan upaya pemerintah untuk melakukan percepatan realisasi investasi di daerah," ungkapnya.

Pejabat Promosi Investasi kantor Perwakilan BKPM di Sydney Sri Moertiningroem menambahkan bahwa pertemuan dengan investor Australia juga dilakukan bekerjasama dengan kantor perwakilan RI di negara bagian Western Australia dan Northern Territory.

"Kami bersama tim marketing officer BKPM akan terus berkoordinasi dengan KJRI Perth dan KRI Darwin untuk mengawal minat investasi investor Australia tersebut," jelasnya.

Dari data BKPM 2015, realisasi investasi Australia berada di peringkat 12 sebesar USD167 juta terdiri atas 443 proyek. Sementara dalam posisi sejak periode 2010-2015, tercatat investasi yang masuk ke Indonesia dari Australia sebesar USD2,07 miliar.

Sebelumnya, pada 22 Februari 2016 Presiden Jokowi bersama Kepala BKPM meluncurkan kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK). Fasilitas ini merupakan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan yang akan melakukan investasi berlokasi di kawasan industri tertentu.

Tercatat 14 kawasan industri di enam provinsi dan 9 kabupaten dan kota telah ditetapkan untuk mengimplementasikan layanan dengan lahan efektif 10.022 hektar dari total luasan lahan 17.154 hektar ini.

14 kawasan industri tersebut di antaranya Kawasan Industri Kendal (700 hektar), Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (40 hektar), Kawasan Industri Wijayakusuma (100 hektar), Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (1.761 hektar) Kawasan Industri Bantaeng (3.000 hektar), Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (1.800 hektar), Kawasan Industri Terpadu Wilmar (800 hektar), Kawasan Industri Krakatau Industrial Estate Cilegon (570 hektar), dan Kawasan Industri Bekasi Fajar Industrial Estate (300 hektar).

Selain itu Kawasan Industri Delta Silicon 8 (158 ha), Kawasan Industri Karawang Internasional Industrial City (293 hektar), Kawasan Industri Suryacipta City of Industry (300 hektar), Kawasan Industri GT Tech Park (100 hektar), dan terakhir Kawasan Industri Medan (100 hektar).‎
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Kawasan Industri Batang Mulai Dibangun Akhir 2020
Teken MoU, PTPP Garap...
Teken MoU, PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang
Masterplan Kawasan Industri...
Masterplan Kawasan Industri Batang Dipastikan Selesai Pekan Ini
Kata Erick Thohir, Kawasan...
Kata Erick Thohir, Kawasan Industri Batang dan Subang-Majalengka Fokus untuk 2 Hal Ini
Bismillah, Kawasan Industri...
Bismillah, Kawasan Industri Halal Terbesar di Indonesia Akan Dibangun
PT PP Fokus Garap Kawasan...
PT PP Fokus Garap Kawasan Industri Batang
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
1 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
11 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
11 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
11 jam yang lalu
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
11 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved