Darmin Cerita Sempat Bingung Rumuskan Paket Kebijakan

Kamis, 03 Maret 2016 - 00:33 WIB
Darmin Cerita Sempat...
Darmin Cerita Sempat Bingung Rumuskan Paket Kebijakan
A A A
JAKARTA - Ada cerita lucu saat pertama kali Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia bercerita sempat bingung menanggapi paket kebijakan ekonomi yang dicetuskan Jokowi.

Terang saja, karena saat paket-paket tersebut bermunculan, kala itu juga bertepatan dengan awal-awal Darmin menjabat sebagai Menko Perekonomian.

"Itu di paket kesatu, niatnya itu mengeluarkan kebijakan besar. Terus semuanya itu didaftar peraturannya dan harus melewati proses deregulasi, kemudian dibongkar dan diumumkan. Tapi ya bingung. Hasilnya itu. Saya saja sempat bingung," ujarnya, sambil tertawa di Menara BTN, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Hal ini disebabkan kebijakan yang muncul di media massa dalam bentuk angka, yakni jumlah Peraturan Presiden (Perpres), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri (Permen), dan lainnya.

Menurut Darmin, jika konsepnya demikian, tidak bisa disalahkan. Sebab, ada ratusan aturan yang harus dideregulasi dan untuk mengulas satu persatu membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Kemudian, kita sudah merangkum, menerbitkan paket kebijakan itu, munculah omongan, komentar sana sini yang bilang paketnya enggak jelas. Ya, jangankan mereka, kami saja untuk memahami konteks keseluruhan tidak jelas," kata Darmin.

Akhirnya dari sana, Darmin berusaha konsen memperbaiki regulasi per sektor. Dia menyusun berdasarkan sektor ekonomi di Indonesia. Di antaranya, meningkatkan fleksibilitas di kawasan ekonomi khusus(KEK) dan kawasan pusat logistik berikat. Kebijakan ini penting karena ternyata selama ini barang impor, sebelum masuk ke Indonesia malah terletak di Malaysia dan negara tetangga lain.

"Kita itu impor barang ke negara lain, tapi ternyata itu bukan dari negara itu. Ternyata itu barangnya Singapura dan Malaysia. Kita bisa impor kapas dari AS tapi barangnya datang dari negara lain. Ya kami dorong saja ke sini," jelasnya.

Tak hanya itu, Darmin juga fokus pada penyederhanaan perizinan investasi, untuk mendorong volume ekspor lebih besar, meningkatkan daya beli masyarakat dan optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pertumbuhan ekonomi.

"Ini fokus kami, supaya APBN itu berperan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Di tahun lalu itu iramanya mengikuti tahun-tahun berikutnya, tahun ini terjadi percepatan dalam belanja. Walaupun nanti ada komplikasi lain," tandas Darmin.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Sri Mulyani Ramal Ekonomi...
Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Minus, Luhut: Lebih Baik di Antara Emerging Market
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
4 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved