Izin Eksplorasi Panas Bumi Gunung Ungaran Terancam Dicabut

Jum'at, 04 Maret 2016 - 00:10 WIB
Izin Eksplorasi Panas...
Izin Eksplorasi Panas Bumi Gunung Ungaran Terancam Dicabut
A A A
SEMARANG - Izin eksplorasi Geotermal Panas Bumi Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terancam dicabut akibat PT Giri Indah Sejahtera (GIS), selaku pemenang tender tidak segera melakukan eksplorasi.

Direktur Panas Bumi Kementeiam ESDM, Yunus Saifulhaq mengatakan, pemerintah sudah memberikan dua kali peringatan kepada PT GIS, namun tidak diindahkan. Saat ini pemerintah sudah menyiapkan surat peringatan ketiga sekaligus pencabutan izin eksplorasi.

“Kalau sampai peringatan ketiga (tidak direspons), kita akan lakukan pencabutan dan lelang ulang,” ujarnya di Semarang, kemarin.

Dia mengatakan, rencana eksplorasi geotermal panas bumi Gunung Ungaran yang ada di kawasan candi Gedungsongo sudah terlalu lama tertunda. Tercatat, lelang sudah dimenangkan PT GIS sejak tahun 2009 lalu, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut.

Yunus menjelaskan, pihaknya memiliki beberapa terobosan untuk mempercepat proses eksplorasi panas bumi. Pertama adalah menugaskan salah satu BUMN untuk melakukan eksplorasi karena sesuai dengan UU 21 tahun 2014 diperbolehkan boleh menugaskan BUMN tanpa lelang.

Kemudian yang ketiga jika dilakukan lelang ulang maka siapapun pemenangnya diberikan direct poinment, dan ketiga adalah lelang tanpa feet in tarit atau tanpa negosiasi.

Dia menyebutkan potensi panas bumi di Gunung Ungaran cukup besar. Ditargetkan, dalam pengembangannya nanti, adalah 55 mega watt dari kapasitas sebesar 100 mega watt.

“Indonesia akan mengalami krisis energi pada 15-20 tahun ke depan karena potensi energi yang berasal dari fosil akan habis. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengatasinya adalah melalui energi terbarukan, yakni panas bumi,” katanya.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Teguh, Dwi Pariyono mengaku, sebelumnya sudah melakukan seleksi ketat terhadap banyak penawaran. Salah satu yang dianggap paling fisible adalah PT GIS. “Namun sampai izinnya mau habis belum melakukan eksplorasi dan kendalanya adalah dana,” katanya.

Dia mengaku, kendala dana memang menjadi faktor utama dalam eksplorasi tersebut. Disisi lain teknologinya juga tidak mudah.

Sementara itu, wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, mendukung penuh eksplorasi energi panas bumi di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi krisis energi pada beberapa tahun ke depan.

Politisi partai Demokrat ini juga meminta beberapa masalah yang menghambat eksplorasi energi panas bumi segera diselesaikan oleh pihak terkait, sehingga eksplorasi bisa segera dilakukan.

Menurutnya, semua pihak termasuk pemerintah harus ikut mendorong meningkatkan jumlah persentase pemanfaatan energi panas bumi dengan memberikan anggaran guna kepentingan eksplorasi, meskipun biayanya sangat tinggi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
23 menit yang lalu
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
39 menit yang lalu
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
2 jam yang lalu
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
2 jam yang lalu
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
12 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved